Berita Bekasi Nomor Satu

Perjalanan Kontingen Indonesia di Asian Games 2026, Catatkan 9 Rekor Dunia dan Asia  

Kontingen Indonesia mengakhiri perjuangan di ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan torehan lima medali emas.(foto/kemenpora.go.id)

RADARBEKASI.ID,BEKASI- Meski bertengger di peringkat 16, sejumlah catatan apik ditorehkan kontingen Indonesia di Asian Games 2026. Tidak hanya capaian target medali emas, sejumlah atlet turut mencatatkan rekor di level Asia bahkan dunia.

Peraih medali emas di cabor angkat besi, Rahmat Erwin Abdullah mampu mencatatkan namanya di rekor dunia, serta masuk sebagai rekor Asia dan Asian Games. Hasil itu diraih saat tampil di nomor men’s 75kg angkat besi, dengan mencatat 206 kg pada clean & jerk dan 366 kg total angkatan.

”Penampilan Rahmat menghasilkan enam catatan rekor sekaligus: tiga kategori rekor untuk clean & jerk 206 kg dan tiga kategori untuk total 366 kg, masing-masing pada level dunia, Asia, dan Asian Games, termasuk mempersembahkan medali emas bagi Tim Indonesia,”jelas keterangan tertulis dikutip dari kemenpora.go.id

Rekor berikutnya datang dari cabang olahraga panjat tebing. Aditya Tri Syahri berhasil memperbarui Asian Games Record nomor men’s speed dengan catatan 4,62 detik, mempertajam catatan sebelumnya 4,95 detik yang dibuat Veddriq Leonardo di Hangzhou.

Sementara itu, Desak Made Rita Kusuma Dewi meraih emas usai mencatat waktu 6,062 detik pada nomor women’s speed berhasil memperbarui Asian Record, sekaligus menjadi Asian Games Record. Sebelumnya, Desak memegang catatan 6,07 detik yang dibuat di Meishan untuk kategori rekor Asia, serta 6,52 detik yang dicatat di Hangzhou sebagai rekor Asian Games.

Tim Indonesia juga menorehkan sejumlah catatan sejarah. Diantaranya dari tim beregu putra bulu tangkis yang mengakhiri penantian Indonesia selama 28 tahun untuk kembali meraih emas Asian Games. Indonesia kemudian menambah emas dari ganda putra melalui Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin.

Sementara itu, Nurisa Dian Ashrifah menciptakan sejarah baru dengan mempersembahkan medali emas Asian Games pertama Indonesia dari cabang olahraga panahan. Hani, sapaan Nurisa, mengalahkan wakil Filipina Amaya Amparo Cojuangco dengan skor 139-137 pada final nomor compound individual putri.

Tidak hanya dari cabor-cabor tradisional, sejumlah cabang yang baru tampil di Asian Games juga ikut menyumbangkan medali. Teqball, padel, MMA dan surfing memberikan kontribusi medali perak maupun perunggu, memperlihatkan semakin luasnya spektrum prestasi olahraga Indonesia di panggung Asia.  E-Sport juga berhasil membawa pulang medali pertama sejak cabang olahraga tersebut resmi dipertandingkan di Asian Games 2022 Hangzhou.

Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia, Todotua Pasaribu, menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet, ofisial, cabang olahraga, NOC Indonesia, Kementerian Pemuda dan Olahraga, serta seluruh pihak yang mendukung perjuangan Tim Indonesia sepanjang Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

“Alhamdulillah, puji syukur. Final per hari ini, setelah kita mengetahui total medali yang dicapai dan diraih oleh Tim Indonesia sebanyak 39 medali, terdiri dari 5 emas, 11 perak dan 23 perunggu. Tentunya ini adalah capaian yang terbaik,” ujar Todotua.

Menurut Todotua, pencapaian lima medali emas tersebut menunjukkan bahwa Tim Indonesia berhasil melewati target yang telah ditetapkan.”Berdasarkan target yang diberikan Kemenpora, empat emas, maka Tim Indonesia dalam Asian Games ini bisa mencapai sebanyak lima emas,” imbuhnya.

Todotua menilai pencapaian tersebut merupakan hasil dari koordinasi dan konsolidasi yang kuat antara Tim CdM, NOC Indonesia, Kemenpora, serta seluruh cabang olahraga yang berjuang di Aichi-Nagoya. (one/net)