Berita Bekasi Nomor Satu

Polisi Gerebek Rumah di Cibarusah, Diduga Tempat Produksi Sinte

Polisi mengamankan seorang pemuda saat penggerebakan rumah yang diduga jadi tempat produksi tembakau sintetis (sinte), di Kampung Limo, Cibarusah.

RADARBEKASI.ID,BEKASI – Sebuah rumah di kawasan Kampung Limo, Desa Cibarusah Jaya digerebek polisi. Rumah tersebut diduga dijadikan tempat meracik tembakau sintetis (sinte).

Petugas Opsnal Unit Reskrim Polsek Cibarusah mengepung lokasi sasaran dan menciduk seorang pemuda berusia 25 tahun berinisial RJ.

Pengungkapan dugaan industri rumahan zat adiktif yang dilakukan pertengahan pekan lalu itu, kini tengah ditangani oleh pihak kepolisian.

Kasi Humas Polres Metro Bekasi AKP Aliyani membenarkan adanya dugaan aktivitas home industry tembakau sintetis yang dilakukan oleh pelaku. Pasalnya, dari berbagai barang bukti yang diamankan terdapat peralatan pendukung pembuat tembakau sintetis.

“Penyidik juga melakukan pendalaman guna mengungkap asal-usul barang, dugaan proses produksi, serta kemungkinan adanya jaringan peredaran narkotika yang lebih luas,” ucap Aliyani dalam keterangan tertulisnya, Minggu (11/10).

Dari hasil penggerebekan itu, lanjut Aliyani, pihaknya menyita berbagai barang bukti pendukung aktivitas peracikan. Di antaranya bahan baku tembakau, lima paket racikan sinte siap edar, satu di antaranya berbobot 10 gram serta timbangan presisi digital dan kertas papir.

“Terduga pelaku beserta seluruh barang bukti saat ini sudah diamankan untuk menjalani pemeriksaan intensif,” tambahnya.

Menurutnya, penindakan ini merupakan hasil konfirmasi atas aduan masyarakat yang ditindaklanjuti dengan observasi lapangan. Ia menegaskan tidak akan memberi ruang bagi peredaran gelap narkotika di wilayah hukum Kabupaten Bekasi, sekaligus meminta masyarakat terus memanfaatkan kanal aduan 110 jika menemukan hal mencurigakan.

“Kami mengajak masyarakat untuk terus berperan aktif menjaga keamanan lingkungan dengan memberikan informasi apabila mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan maupun peredaran narkotika,” tutup Aliyani. (Ris)