RADARBEKASI.ID, BEKASI – Kasus percobaan pemerkosaan yang dilakukan penjaga warung kopi (Warkop) OR (20) kepada pelanggannya R (20) di Bintara, Bekasi Barat, sudah ditangani Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Bekasi Kota.
Kapolsek Bekasi Kota Kompol Salahuddin menerangkan untuk pelaku pemerkosaan sudah di amankan di Polres. “Sejak hari Jumat kemarin sudah kami limpahkan ke Polres di bagian Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA),” ujarnya ketika dikonfirmasi Radar Bekasi, Minggu (3/4).
Diketahui, OR (23) melakukan aksinya di sebuah warkop yang tengah dijaganya di Jalan Bintara IX, Kelurahan Bintara, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, Jumat (1/4).
Ahmad Bisri Mustofa selaku Ketua RW 05 Bintara mengatakan, peristiwa percobaan pemerkosaan di wilayahnya terjadi siang hari sekitar pukul 13.00.
“Iya, kebetulan ia warga setempat, lokasi kejadian di RT 02. Ia (korban) langganan di warkop itu untuk ngopi,” ucapnya Bisri saat di dihubungi, Minggu (3/4)
Diketahui pelaku sudah saling mengenal dengan korban. Pasalnya korban sering diajak nongkrong di warkop oleh suaminya seorang pengemudi ojek daring.
“Iya korban dan suaminya sama sering nongkrong disitu juga. Sudah saling mengenal mengenal juga satu sama lain,” tuturnya.
Diketahui ketika kejadian pemilik warkop tengah pulang ke kampung halamannya dan menyisakan anak dari pemilik serta pelaku. Pelaku diketahui baru lima bulan menjadi karyawan di warkop tersebut.
“Kebetulan yang punya ibu nya. Ibu nya kebetulan lagi di kampung. Jadi yang jaga anaknya sama dia (Pelaku). Dia kerja disana sudah lima bulan tapi bukan yang punya, karyawan aja,” lanjutnya.
Kejadian tersebut bermula saat korban dan suami sedang nongkrong di warkop pelaku. Suami korban pengemudi ojek daring ketika itu mendapatkan orderan dan meninggalkan istrinya di warkop tersebut.
Sementara di warkop terdapat sejumlah rekan sesama profesi ojol dari suami korban. Namun sekitar pukul 13.30 rekan lainnya juga mulai meninggalkan warkop, dan kondisi warkop dalam keadaan sepi.
“Nah waktu ketika teman suaminya lagi pada pergi ada orderan, sekira pukul 13.30 tahu-tahu korban langsung ditarik sama penjaga warkop itu,” ucapnya.
Setelah itu pelaku melakukan percobaan rudapaksa. Beruntung korban berhasil lepas dari bekapan pelaku. Korban sempat melawan dengan cara memukul sebelum pelaku bertindak lebih jauh.
“Jadi si korban dibekap, sudah sempat di buka celananya, bekap dulu baru dibuka celananya. Cuman keburu di pukul dan ditendang saat tangan pelaku ngebekap korban,” tuturnya.
Menurut Bisri, dari pengakuan pelaku dirinya berani melakukan hal tersebut karena khilaf ditambah kondisi dalam keadaan sepi.
“Iya di ngerasa khilaf sekejap katanya gitu, karena kondisi sepi berdua doang karena suami korban sedang ambil orderan sama temen-temenya juga,” kata Bisri.
Lanjut Bisri pelaku sempat melakukan percobaan bunuh diri setelah melakukan perbuatan tersebut, namun warga terlebih dulu mencegah dan mengamankan pelaku.
“Jadi posisinya ketika dia dipegangin warga pas saya datang warga langsung lepasin dia, duduk aja disitu di bawah bangku, keliatan nya pelaku bingung dan stres terus dia langsung masuk ke dalam dapur. nah itu saya lihat langsung saya bilang (tangkep-tangkep). Dia mencoba melakukan bunuh diri, cuma ditusuk atau nggak gak tau juga. Tapi ga ada darah juga si,” ujarnya.
Akibat perbuatannya pelaku sempat diinterogasi sebelum di bawa ke Polsek Bekasi Barat dan kasusnya dilimpahkan ke Polres Metro Bekasi Kota. (cr1).











