KulinerLife Style

Sensasi Kuliner Pedas Sop Iga Jakarta Soenda

Kuliner
RAMAI PENGUNJUNG: Sop Djakarta Soenda Ma’Idah’ nampak ramai pengunjung, Minggu (19/1). Menu makanan di rumah makan ini menawarkan sensasi pedas. CR49/RADAR BEKASI

Radarbekasi.id – Para pecinta kuliner yang doyan makanan pedas di Kota Bekasi pasti kenal rumah makan ‘Sop Djakarta Soenda Ma’Idah’ di Jalan KH Noer Alie, atau Jalan raya Kalimalang, Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

Adapun bagi yang belum tahu dan ingin merasakan sensasi pedas dengan menu sop iga, silakan langsung datang ke sana. Lokasinya, tepat di seberang Mal Grand Metropolitan Bekasi, di antara RS Budi Lestari dan RS Awal Bros.

Dibuka sejak Oktober 2015, rumah makan ini menyediakan menu sop iga dengan rasa berbeda. Mulai sop tidak pedas, pedas, dan extra pedas.

”Yang membedakan itu kuah dari sop tersebut, kalau yang memang suka pedas, kami jamin kepedasan,” ujar Suparyanto, pemilik Sop Ma’Idah.

Sop iga yang menjadi menu utama di rumah makan ini disajikan tak berbeda jauh dari tempat lain. Yaitu dengan wadah mangkok berisi kuah sesuai pesanan. Kalaupun pesan sop iga pedas, maka di mangkok akan ada irisan cabe rawit merah dan hijau yang dijamin bikin kepedesan.

Adapun di dalam mangkok itu, konsumen pun bakal mendapati daging iga yang cukup lembut untuk bisa disantap bersama kuah panas nan pedas tersebut. Dimana menu itu sendiri dibuat tanpa menggunakan santan, sehingga terlihat cukup bening.
”Untuk iga yang kita gunakan memang pilihan, tapi ya kadang juga ada konsumen yang komplain bilang tulangnya besar-besar, dagingnya sedikit. Tapi kalau soal rasa sop sendiri, jarang yang protes,” ujarnya.

Lebih jauh, diungkapkan sang pemilik rumah makan ini, dalam sehari pihaknya biasa menjual 30-40 kilogram iga per hari nya. Bahkan, setiap akhir pekan bisa mencapai 50 kilogram. Selain sop iga, Ma’idah juga menyajikan sate maranggi.
Dan untuk rasa dari sate maranggi pun tak kalah enak dengan menu utamanya, karena sajian sate itu memiliki rasa yang cukup gurih dan manis. Sajiannya juga menarik, yakni dengan irisan bawang dan tomat, sementara per porsinya itu berisi sebanyak 10 tusuk.

”Biasanya sih yang kesini itu biasanya tak cuma pesan sop saja, tapi sekalian satenya juga. Dan biasanya konsumen yang makan disini kebanyakan makan siang dan makan malam. Kalaupun untuk jumlahnya gak tentu, ya kadang ramai kadang sepi,” tuturnya.

Sebagai informasi, rumah makan ’Sop Jakarta Soenda Ma’Idah’ memiliki makna dan arti. Diantaranya, soal kenapa disebut Jakarta Sunda, karena menurut sang pemilik lokasi rumah makan ini berada diantara Jakarta dan Sunda. Sedangkan, Ma’Idah itu diambil dari nama surat Alquran.

”Ma’Idah itu bukan nama orang atau orangtua kami, tapi itu kita ambil dari surat di Alquran yakni Al-Maidah yang punya arti hidangan,” terangnya.
Rumah Makan Sop Jakarta Soenda Ma’Idah tak cuma ada di sini saja, tapi ada juga di beberapa tempat lain. Seperti di Bekasi ini, ada juga di jalan Rawa Panjang, lalu di Jalan Kalimalang juga ada tapi sudah masuk Jakarta, tepatnya di wilayah Durensawit, Jakarta Timur.

Rumah Makan Sop Jakarta Soenda diketahui, buka setiap hari dari pukul 10.00 sampai 21.00. Dan untuk bisa menyantap menu sop iga sendiri, harganya satu porsi Rp 35.000, sedangkan untuk sate maranggi campur lemak Rp 27.000.
Selain itu, untuk menu sate maranggi tanpa lemak satu porsinya dibanderol Rp 30 ribu, dan satu menu lainnya, yakni sate kambing harga perporsi dibanderol Rp 35 ribu. Sedangkan untuk minuman harganya tak jauh beda dengan harga dimana pun, yakni antara Rp 3000 – Rp 5000. (cr49)

Tags
Close