Metropolis

Tiga Tantangan Kota Bekasi di Usia 23 Tahun

BEKASI-Lembaga Pusat Kajian Manajemen Strategis (PKMS) menyebut ada tiga tantangan besar yang dihadapi Kota Bekasi memasuki usia ke-23 ini.

”Tiga tantangan ke depan. Diantaranya pertumbuhan penduduk dan mobilitas warga yang tinggi, transportasi, serta masalah banjir dan penanganannya,” ujar pendiri PKMS H. Siswadi dalam Dialog PKMS bersama Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto di Radio Suara Bekasi, Jumat (21/2) bertema 23 Tahun Kota Bekasi, Antara Tantangan dan Harapan.

Siswadi yang juga Ketua Dewan Pertimbangan Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) ini menambahkan, indikator keberhasilan kota salah satunya adalah mensejahterakan kaum difabel.

”’Kalau rakyatnya yang difabel sejahtera, Insya Allah rakyat secara umum juga sejahtera,” imbuh Siswadi.

Perilaku efisien dalam semua lini, sambung pria yang tinggal di daerah Pekayon ini, juga harus bisa mendorong pergerakan pembangunan.

”Kita sering terfokus hanya bagaimana cara mendapatkan anggaran yang banyak. Tetapi, kita sering lupa bahwa bagaimana cara ‘membuang’ anggaran adalah tak kalah pentingnya,” ungkapnya.

Dia mencontohkan, soal belanja kertas. ”Kalau hanya dibutuhkan tiga lembar kertas yang dibutuhkan, tetapi kita beli lima kertas. Kan yang dua kertas ini menjadi sampah,” tambahnya.

“Hal seperti ini yang perlu dilakukan gerakan efisiensi semua lini. Kami PKMS siap membantu dalam perilaku efisiensi ini,” cetusnya.

Wakil Wali Kota Tri Adhianto, mengatakan sudah banyak melakukan upaya dalam menjadikan Kota Bekasi yang keren, yang nyaman dan maju. Hal terkait efisiensi menjadi hal penting sehingga diharapkan PKMS atau masyarakat bisa membantunya.

“Jumlah produksi sampah di Kota Bekasi saat ini 1.800 ton perhari dan baru bisa terangkut 1000 ton. Artinya masih ada 800 ton yang terbuang di jalanan, di kali dan lainnya. Ini perlu ditekan terus,” katanya.

Kegiatan dialog yang dipandu Host Imam Trikarsohadi ini juga dihadiri sejumlah tokoh seperti mantan Kepala Bappeda Kota Bekasi H Toto Soebekti, Ketua Iwapi Harty Muntako dan aktivis pers Zaenal Aripin. (zar)

Tags
Close