BekasiBerita Utama
Trending

12 Orang Positif

Bekasi Darurat Virus Corona

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pandemi Covid-19 sampai ke Kota Bekasi. Tanpa aba-aba, sembilan orang warga Kota Bekasi terkonfirmasi positif terinfeksi virus Corona. Padahal, satu hari sebelumnya jumlah kasus masih bertahan diangka 46 kasus, tanpa satu pasien pun yang terkonfirmasi positif. Hasil dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) baru diterima dua hari yang lalu, Rabu (18/3).

Kabar ini tentunya mengejutkan, meskipun demikian, warga Kota Bekasi diminta untuk tetap tenang dan waspada terhadap penyebaran Covid-19. Tercatat pasien positif tersebar di tiga wilayah Kecamatan di Kota Bekasi, yakni Mustikajaya, Medansatria, dan Jatisampurna.

”Ini yang agak menyengat Kota Bekasi. Hasil semalam di Litbangkes dan juga pak gubernur menyampaikan, di Kota Bekasi ini positif sembilan orang,” terang Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi di posko siaga Covid-19 Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi, Kamis (19/3) siang.

Diantara sembilan orang tersebut, dua diantaranya sudah dalam penanganan, isolasi di dua rumah sakit swasta. Sementara, tujuh lainnya hingga kemarin pagi masih mengisolasi secara mandiri dirinya masing-masing.

Kabar terbaru, empat dari tujuh orang tersebut pada siang harinya sedang dalam proses evakuasi untuk di isolasi di rumah sakit Persahabatan. Tiga lainnya direncanakan untuk di isolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasbullah Abdulmajid Kota Bekasi.

Dijelaskan oleh Rahmat, satu kasus yang ada di Kecamatan Mustikajaya diperkirakan terpapar Warga Negara Asing (WNA), Karen berprofesi sebagai seorang pengusaha. Sementara kasus yang berada pada lingkungan satu keluarga diduga sementara terpapar oleh salah satu dokter yang juga positif Covid-19.

”Nah yang tujuh ini, yang empat sedang dalam proses evakuasi ke persahabatan dan tiga tadi sudah saya anjurkan kepada direktur rumah sakit umum daerah, karena kita juga yang enam bangsal itu sudah selesai, kalau bisa kita jemput kita masukkan ke rumah sakit umum kita. Memang atas keputusan menteri ditetapkan menjadi rumah sakit rujukan,” lanjut Rahmat.

Total ada enam rumah sakit yang dijadikan rujukan di Kota Bekasi, dari enam RS tersebut berikut RSUD, dimiliki total 24 tempat tidur. Saat ini kepala dinas kesehatan sudah ditugaskan untuk membuat surat, meminta ruang isolasi yang dimiliki oleh rumah sakit tipe B di Kota Bekasi untuk bisa maksimal membantu kapasitas yang dimiliki oleh RSUD Kota Bekasi.

Kota Bekasi masih bertahan dengan status siaga penyebaran Covid-19. Rahmat memastikan pemerintah Kota Bekasi menjamin biaya layanan kesehatan warganya melalui layanan jaminan kesehatan yang telah ditetapkan, juga meminta semua rumah sakit untuk tidak menelantarkan pasien dengan alasan apapun.

”Status masih siaga, saya belum memutuskan itu (bencana) nanti kalau sudah waktunya saya putuskan,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Ketua Tim Siaga Covid-19, Tri Adhianto bersama dengan Kodim 05/07 Bekasi dan Polres Metro Bekasi Kota telah membentuk tim war-war. Tim ini akan bekerja dengan cara berkeliling ke semua lingkungan masyarakat untuk mensosialisasikan kewaspadaan pencegahan penyebaran virus.

Dua wilayah yang tercatat memiliki empat kasus positif disebut sebagai wilayah rawan.

”Rawan, makanya masuk dalam posisi sebaran,” singkatnya.

Anggaran untuk menangani Covid-19 juga telah disiapkan oleh pihaknya sebesar Rp110 miliar, diantaranya digunakan untuk pengadaan Alat Pelindung Diri (APD), Disinfektan, hingga melengkapi sarana dan prasarana di RSUD Kota Bekasi.

”Karena dana itu adalah dana tak tersangka, apa lagi pak gubernur sudah menyatakan kalau perlu APBD itu gunakan, ada pergeseran-pergeseran, kita sedang fokus menghadapi Corona ini,” terangnya.

Sementara itu, juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kabupaten Bekasi, Alamsyah mengatakan positif Covid-19 bertambah menjadi tiga orang. Yang terbaru adalah pria berinisial TR merupakan warga Perumahan Grand Wisata, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

Sebelum dinyatakan terinfeksi Covid-19, Alamsyah membeberkan, TR sempat melakukan perjalanan ke sejumlah daerah di Indonesia, yakni pada tanggal 25 Februari 2020, TR sempat menjadi pembicara di seminar Masyarakat Tanpa Riba (MTR) di Bogor.

Selanjutnya, pada 3 Maret 2020, TR melakukan perjalanan ke Surabaya pulang pergi mengurus bisnis-nya. Kemudian, tanggal 4 Maret 2020, TR mulai mengeluh tidak enak badan, tapi masih berangkat ke kantornya sebentar. ”Korban masih sempat masuk kerja,” beber Alamsyah.

Lalu, pada tanggal 6-8 Maret 2020, TR bersama istri dan tiga anaknya, keponakan serta sepupu pergi ke Banjar. Disana, TR dan keluarga menginap di Hotel Banjar Indah. Pada hari kedua di Banjar, atau tanggal 7 Maret, TR dan keluarga mengunjungi saudaranya pemilik Pesantren Ulumidin Pamarican.

”Usai dari sana, TR bertemu dengan teman SMA untuk membicarakan acara reuni. Tanggal 9 Maret 2020 berobat ke RS Mitra Bekasi Timur.  Setelah itu, tanggal 10 Maret, pada malam hari langsung dirawat empat hari, rawat biasa, lanjut ruang isolasi,” terang Alamsyah lagi.

Dalam kasus ini, lanjutnya, tim Covid-19 dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi sudah mengedukasi orang yang telah melakukan kontak langsun dengan TR. Terdapat 11 orang yang direkomendasi untuk isolasi mandiri. ”Istri, tiga anaknya, ibu TR, keponakan, sepupu, dua asisten rumah tangga dan satu sopirnya, masih kami pantau,” pungkas Alamsyah. (Sur/pra)

Related Articles

Back to top button