Metropolis

Lebih Lengang, Warga Dianjurkan Tetap di Rumah

Tradisi Ziarah Kubur Ditengah Pandemi

KENAKAN MASKER: Dengan mengenakan masker peziarah berjalan di samping pemakaman TPU Poncol, Bekasi Timur, Senin (20/4). Kementerian Agama (Kemenag) menghimbau ke seluruh masyarakat muslim tidak melakukan tradisi ziarah kubur jelang Ramadan 1441 H, guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sudah menjadi tradisi, masyarakat Indonesia mengunjungi makam sanak saudara ketika menjelang Ramadan serta hari raya Idul Fitri. Namun tradisi yang biasa disebut ”Nyekar” ini dipastikan tak seramai tahun-tahun sebelumnya, ditengah Pandemi Covid-19.

Laporan : SURYA BAGUS

Bekasi Timur

Situasi nampak lengang, tenang, dan sepi. Ya, tahun ini, situasi pemakaman Kampung Poncol, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi ini tidak seramai tahun-tahun sebelumnya.

Hanya nampak beberapa makam saja yang didatangi peziarah, itupun hanya mengajak keluarga inti saja, jumlahnya tidak lebih dari empat orang. Mereka terlihat duduk melingkari makam sanak keluarga, mengangkat tangan dan berdoa.

Apalagi, pemerintah telah menghimbau masyarakat untuk tidak melaksanakan ziarah kubur menjelang Ramadan tahun ini. Himbauan disampaikan beberapa waktu lalu oleh Kementerian Agama (Kemenag) mencegah massa berkumpul dalam jumlah banyak. Guna menekan penyebaran Covid-19.

Meskipun penampakan hari itu sepi, beberapa penjual bunga nampak menggelar dagangannya tepat setelah pintu masuk pemakaman. Selama Radar Bekasi berada di lokasi, tidak nampak peziarah yang menghampiri pedagang bunga tersebut, satu, dua kelompok peziarah melintas begitu saja menuju salah satu makam yang dituju.

Pengelola pemakaman yang berdiri di tanah wakaf ini mengakui peziarah tahun ini tidak membludak seperti biasanya. Padahal, jika berpedoman pada situasi normal, setidaknya sepekan menuju ramadan ini adalah waktu tempat pemakaman ini disesaki peziarah.

“Ya rame, tapi kalau lagi musim penyakit gini ya nggak tau juga dah kita. Biasanya rame-ramenya ya sekarang-sekarang ini,” ungkap pria bernama Lillah saat dijumpai di pemakaman, Senin (20/4).

Pengelola hanya memberikan himbauan kepada peziarah untuk tetap menjaga jarak, untuk melarang, diakui mereka tidak bisa melarang niat peziarah yang datang. Mayoritas keluarga dari jenazah yang dimakamkan di tempat pemakaman ini merupakan warga Kampung Poncol.

Adapun warga diluar Kampung Poncol, jumlahnya tidak seberapa, karena tempat pemakaman ini berawal dari wakaf salah satu warga Kampung Poncol juga. Sepinya peziarah di tempat pemakaman seluas 2,5 hektar ini didorong juga oleh kesadaran masyarakat terhadap pandemi Covid-19 yang sedang terjadi. Meskipun masih ada saja yang datang.

“Sebenernya kalau dia tau penyakit tidak kemari. Kebanyakan orang sini aja (jenazah yang dimakamkan), ada juga orang luar (lebih sedikit),” tambahnya.

Situasi ini diakui jauh berbeda dengan tahun-tahun yang lalu. Dirinya berharap situasi ini cepat berakhir. Biasanya peziarah memadati pemakaman di waktu-waktu seperti ini dan menjelang hari raya Idul Fitri. (*)

Related Articles

Back to top button