BekasiBerita UtamaMetropolis

Waspada Penyebaran Covid-19 dari OTG

Covid-19
MASIH RAMAI : Sejumlah warga tengah beraktivitas di Jalan Raya Nusantara, Senin (27/4). MUHAMMAD HARI/RADAR BEKASI

Radarbekasi.id – Masyarakat diharapkan melakukan mewaspadai penyebaran Covid-19 dari Orang Tanpa Gejala (OTG). Demikian hal tersebut disampaikan Surveyor Covid-19 UPTD Puskesmas Arenjaya, dr Tanti.

Menurutnya, sangat penting kepada masyarakat agar melakukan isolasi diri khususnya mereka yang kurang sehat, ataupun baru pulang dari luar kota maupun luar negeri. Hal ini, guna memutus rantai penyebaran Covid-19 di lingkungan.

“Dalam penerapan PSBB itu wajib masyarakat lakukan isolasi mandiri. Terutama, mereka yang baru datang dari luar kota atau luar negeri perlu isolasi diri selama 14 hari, setelah itu baru bisa dinyatakan aman dan boleh keluar asal selalu gunakan masker, dan kita perlu waspada dengan OTG,” kata dr Tanti, Senin (27/4).

Dia menyampaikan, pihaknya meminta masyarakat sadar untuk melindungi dirinya sebab virus ini bisa menyerang siapapun. Serta, memeriksa kondisi kesehatan apabila terdapat keluhan.

“Kami selalu siap kapan saja untuk mengecek dan memeriksa kondisi kesehatan masyarakat kapan saja, dan sampai saat ini siapapun warga yang punya keluhan, baik itu ODP, PDP dan mereka yang positif tetap kita pantau kesehatannya, khusus di wilayah Arenjaya,” ungkapnya.

Dia menegaskan, masyarakat tidak perlu menunggu atau tahu terkait hasil warga lain disekitarnya yang diduga terjangkit virus Covid-19 dengan alasan waspada. Sebab dari Puskesmas tak mungkin memberi info tersebut secara luas.

“Kita hanya sampaikan ke pihak RW, jadi buat apa masyarakat tahu yang jelas dengan penerapan PSBB itu mereka pun harus tetap waspada dan tetap lakukan isolasi mandiri. Kalau pun kita sampaikan secara luas hanya cuma jadi gosip, dan kita kasihan kepada pasien yang malah dikucilkan di masyarakat,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Puskesmas Arenjaya, dr Dwi Wahyuningsih mengaku prihatin dengan kedisiplinan masyarakat di wilayah setempat yang masih cuek untuk mencegah penyebaran Covid-19. Hal itu dapat dilihat dari masih ramainya jalan-jalan di sekitar, khususnya di Jalan Nusantara Raya.

Menurutnya, pantauan di lapangan dia melihat masih banyak warga yang tidak pakai masker saat keluar rumah. Selain itu, anyak pedagang yang cuek masih menyediakan bangku dan meja di lapak dagangnya. Bahkan pada saat bulan suci ramadhan. Hal-hal yang terlihat itu seharusnya tak ada di saat penerapan PSBB.

“Kita sangat prihatin dengan kondisi yang terjadi, dan kami rasa tak ada alasan lain untuk lurah, camat dan pihak terkait lainnya bukan lagi beri imbauan, tapi bisa ditindak tegas saja tanpa toleransi. Kita ini sedang perang lawan virus berbahaya, tapi kalau kondisinya seperti ini ya akan sulit,” tuturnya.

Berdasarkan pantauan Radar Bekasi, terdapat warga dan para pedagang yang beraktivitas di Jalan Nusantara pada saat menjelang berbuka puasa. Dan keramaian itu, nampak masih banyak warga yang acuh dengan aturan dari PSBB. Antara lain, tak pakai masker, banyaknya warga tak jaga jarak dan penuh dengan perkumpulan warga di tiap lapak dagangan pedagang. (mhf)

Related Articles

Back to top button