Berita Bekasi Nomor Satu

Buntut Saran Gerbong Belakang KRL Diisi Pria, Harta Kekayaan Menteri PPPA Arifah Fauzi Disorot

Menteri PPPA Arifah Fauzi. FOTO: Instagram

RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Nama Arifah Fauzi mendadak menjadi perbincangan hangat di ruang publik. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) ini menuai sorotan tajam bukan karena kebijakan barunya, melainkan akibat pernyataan kontroversial terkait posisi penumpang dalam rangkaian kereta api pasca-kecelakaan di Bekasi.

Di balik polemik yang tengah bergulir, Arifah sebenarnya memiliki rekam jejak yang panjang di dunia organisasi dan sosial. Berikut adalah ulasan mendalam mengenai sosok, karier, hingga kontroversi yang melingkupinya.

Profil dan Rekam Jejak Organisasi

Lahir di Bangkalan, Jawa Timur, pada 28 Juli 1969, Arifah Fauzi tumbuh besar di lingkungan yang kental dengan nilai-nilai keagamaan.

Ia merupakan tokoh senior di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU). Dedikasinya di organisasi ini terlihat dari transformasinya sebagai pemimpin:

-Awal Karier: Menjabat sebagai Ketua Umum PP Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU).

-Puncak Organisasi: Saat ini memegang amanah sebagai Ketua Umum PP Muslimat NU untuk periode 2025-2030.

-Aktivisme Lain: Pernah aktif dalam struktur Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan berbagai gerakan pemberdayaan masyarakat.

Karier Profesional dan Politik

Sebelum terjun sepenuhnya ke dunia politik formal, Arifah memiliki sisi menarik di dunia kreatif. Ia tercatat pernah menjadi produser program religi populer seperti Syair Dzikir (TPI) dan Hikmah Pagi (TVRI). Bahkan, ia sempat mencicipi dunia hiburan sebagai show manager untuk konser kolaborasi musisi internasional.

Karier politiknya mencapai puncak ketika ia dipercaya menjadi Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) pada Pilpres 2024. Kesetiaan dan kinerjanya di tim pemenangan membawanya ke kursi kabinet. Ia resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri PPPA pada 21 Oktober 2024.

Kontroversi bermula saat Arifah menanggapi kecelakaan antara KRL dan KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur. Saat ditanya mengenai solusi penanggulangan kecelakaan, ia melontarkan saran yang memicu perdebatan publik.

Baca Juga: Gangguan KRL Pascainsiden Tabrakan Kereta Bikin Angkot Panen Penumpang

“Jadi yang laki-laki di ujung, yang depan belakang itu laki-laki, jadi yang perempuan di tengah,” ujar Arifah kepada awak media.

Pernyataan ini langsung dihujani kritik. Banyak pihak menilai usulan tersebut dianggap menempatkan laki-laki dalam posisi yang lebih berisiko (sebagai “tameng”) saat terjadi benturan.

Publik menilai penanganan kecelakaan seharusnya fokus pada sistem persinyalan dan keamanan operasional, bukan pada pengaturan posisi duduk berdasarkan gender.

Hingga saat ini, belum ada klarifikasi resmi dari Arifah terkait pernyataannya. Di sisi lain, Direktur Utama PT KAI menegaskan bahwa keselamatan penumpang tetap menjadi prioritas utama tanpa memandang gender.

Mengintip Harta Kekayaan

Seiring dengan sorotan publik, sisi finansial sang menteri pun turut diperhatikan. Berdasarkan laporan LHKPN tahun 2025, Arifah Fauzi tercatat memiliki total kekayaan sebesar Rp12,5 miliar.

Dalam laporan tersebut, ia diketahui memiliki koleksi lima kendaraan bermotor. Salah satu aset otomotif yang paling menonjol adalah mobil legendaris Toyota Land Cruiser tahun 1997 yang ditaksir memiliki nilai sekitar Rp300 juta. (mna)