Berita UtamaMetropolis

Jalan Perbatasan Masih Padat

Usulkan Penutupan Jalan Nusantara Selama PSBB

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Jalan Nusantara Raya, Kelurahan Arenjaya, Bekasi Timur Kota Bekasi, masih dipadati pengendara yang belum mematuhi protokol kesehatan di tengah adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk memutus matai rantai penyebaran Covid-19.

Apalagi, memasuki sore hari, jalan perbatasan menuju Kabupaten Bekasi itu kerap dipenuhi warga karena adanya aktivitas pedagang takjil di sekitar.

Kondisi itu dibenarkan Lurah Arenjaya Ani Srikusdiani. Ia mengaku sebagian masyarakat masih abai akan bahaya wabah Covid-19.

“Ya, Jalan Nusantara memang ramai, macet. Karena warga gak mau tahu bahaya wabah yang sudah menyebar,” kata Ani kepada Radar Bekasi, Minggu (3/5).

Ditanya terkait penerapan PSBB yang dilakukan, Ani mengaku upaya penerapan PSBB sudah berjalan di wilayahnya termasuk di titik Jalan Nusantara Raya. Petugas gabungan diterjunkan untuk mensosialisasikan kepada warga akan bahaya Covid-19. Dan sejumlah protokol kesehatan yang harus dijalankan warga.

“Untuk kegiatan operasi penerapan PSBB terus dilakukan pagi dan sore. Saya sendiri turun ikut mengatur keramaian di Jalan Nusantara Raya, persis didepan tempat pembayaran PDAM,” tegasnya.

Lanjut Ani, pihaknya mengaku kewalahan mengatur padatnya kendaraan dan aktivitas warga dilokasi sekitar. Pihaknya justru mengusulkan untuk menutup akses jalan menuju Setiamekar, Kabupaten Bekasi itu.

“lntinya kita sudah berusaha untuk melaksanakan PSBB, dan sampai kini memang belum maksimal. Tapi menurut saya jalan satu-satunya itu, kita harus tutup Jalan Nusantara Raya kalau ga mau macet, sebab keramaian itu akibat banyak orang Kabupaten Bekasi yang pulang kerja. Jalan inikan alternatif menuju kabupaten,” tuturnya.

Terpisah, salah satu penjual menu berbuka puasa di Jalan Nusantara Raya, Yuli (34) mengetahui adanya penerapan PSBB. Namun pihaknya memilih tetap bejualan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

“Kita dagang untuk kebutuhan hidup keluarga, kalaupun segalanya bisa dipenuhi pemerintah ya gak mungkin kita dagang. Tapi inikan tak ada sama sekali bantuan yang sesuai dengan kebutuhan kami, ini juga bantuan yang katanya mau dikasih sampai sekarang belum kami terima,” pungkasnya.(mhf)

Related Articles

Back to top button