Metropolis

Bappeda Rampungkan Proses Refocusing Anggaran

Tekan Penyebaran hingga Antisipasi Dampak Covid-19

ILUSTRASI: Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi ketika beraktivitas di komplek kantor Wali Kota Bekasi belum lama ini. Pemkot Bekasi kini tengah fokus pada penanganan Covid-19. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait diantaranya Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) merampungkan proses refocusing dan rasionalisasi anggaran untuk penanganan Covid-19.

Sekretaris Bappeda Kota Bekasi, Dicky Irawan mengatakan, penanganan Covid-19, penyeediaan Alat Pelindung Diri (APD) serta pemenuhan fasilitas kesehatan menjadi prioritas agar wabah virus Corona bisa segera berakhir. Hal itu dilakukan sejak awal Maret 2020, usai diketahui masuknya wabah virus Corona di Kota Bekasi.

Dijelaskannya, alokasi anggaran itu dari Belanja Tidak Terduga (BTT) dari struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bekasi.

“Itu (APD) cukup mahal ya, itu kita mengalokasikan melalui anggaran yang ada di BTT. Ada di RSUD dan ada yang di Dinkes, dua OPD itu yang mendapatkan itu,” katanya, Kamis (14/5).

Lanjut Dicky, anggaran yang disiapkan untuk dua OPD tersebut mencapai Rp25 miliar hingga Rp40 Miliar. Berjalannya waktu terkait penanganan Covid-19, ada pula instruksi dari Kementerian.

Mulai dari instruksi Kementeriam Dalam Negeri (Kemendagri) Nomor 20 Tahun 2020. Instruksi Mendagri Nomor 1 Tahun 2020 dan SKB Dua Menteri Nomor 119/2513SC dan Nomor 177/KMK07/2020 tentang percepatan penyesuaian APBD tahun 2020 dalam rangka penanganan Covid-19 serta pengamanan jual beli masyarakat dan perekonomian nasional.

“Nah di situ diamanatkan diktum-diktumnya, kita harus menyesuaikan terhadap pendapatan. Karena kan mau tidak mau, suka tidak suka dengan dampak Covid-19 jenis usaha ditutup terkecuali yang delapan dikecualikan tetap beroperasi,” ujarnya.

Dengan adanya penutupan itu kata dia, otomatis mempengaruhi pendapatan. Sehingga dilakukan penyesuaian pendapatan. Pihaknya juga melakukan penyesuaian pendapatan hampir di angka Rp900 miliar. Untuk penyesuaian tentunya melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).

Hasil dari refocusing dan rasionaliasi anggaran, pihaknya juga sudah melaporkan kepada Kementerian terkait pada 23 April lalu.

Termasuk salah satunya menyediakan alokasi tambahan anggaran untuk penanganan Covid-19 yang terbagi dalam tiga kelompok. Yaitu kelompok pertama penanganan kesehatan mulai dari APD, masker dan sebagainya.

Kedua, pemulihan ekonomi pendekatan UMKM dan sebagainya dan yang ketiga pengamanan jejaring sosial menyediakan Sembako untuk masyarakat dari Pemkot, Provinsi dan Pemerintah Pusat.

“Itu yang kita alokasikan, sekarang kita berjalan. Artinya pendapatan sudah kita sesuaikan dengan belanja yang sudah kita sesuaikan termasuk alokasi penangan Covid-19,” ucapnya.

“Ini akan terus bergerak dan semoga Covid-19 segera berakhir, sehingga pembangunan bisa berjalan dan kembali normal,” tambahnya

Pihaknya juga sudah mengantisipasi jika wabah berkepanjangan proses refocusing dan rasionaliasi akan kembali dilakukan.

Dijelaskannya, saat ini Pemkot Bekasi masuk ke dalam enam besar kota yang melakukan laporan refocusing dan dinyatakan aman dan memenuhi syarat-syaratnya.

“Dari Laporan refocussing yang kita laporkan masuk enam kota dan kabupaten yang memenuhi syarat kita tidak mendapat sanksi,” imbuhnya.

Pihaknya juga menghimbau kepada warga masyarakat dan para pengusaha yang ada di Kota Bekasi untuk mematuhi aturan dan protokol Covid-19 yang telah di keluarkan oleh Pemkot Bekasi, Pemerintah Provinsi dan Pusat.

“Secara tidak langsung kita diedukasi, suka tidak suka yang namanya virus tidak ketemu obatnya sampai sekarang apalagi ini Covid-19. Intinya kita harus bertahan dan mengikuti anjuran dari pemerintah supaya Covid-19 cepat selesai dan kita akan kembali hidup normal,” tandasnya. (adv/pay)

Related Articles

Back to top button