Pendidikan

Pembelajaran Daring Tak Diikuti Seluruh Siswa

Daring
ILUSTRASI: Sejumlah orangtua calon siswa baru menunggu panggilan untuk melakukan verifikasi data Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMPN 1 Tambun Selatan Kabupaten Bekasi, Rabu (17/6). Pembelajaran daring saat pandemi Covid-19 di sekolah ini tak diikuti oleh seluruh siswa sekolah tersebut. Ariesant Radar Bekasi

Radarbekasi.id – Pembelajaran daring (online) saat pandemi Covid-19 di SMPN 1 Tambun Selatan tak diikuti oleh seluruh siswa sekolah tersebut. Sebab, tak semua peserta didik memiliki perangat pendukung.

Kepala SMPN 1 Tambun Selatan Annisa menuturkan, pembelajaran daring di sekolah yang dipimpinnya sudah diterapkan sejak 16 Maret 2020. Namun, diakui, tak seluruh siswanya dapat mengikuti sistem pembelajaran tersebut.

Secara persentase dari total siswa di sekolah, 100 persen siswa kelas 9 yang mengikuti sistem pembelajaran daring. Sedangkan siswa kelas 7 dan 8, hanya sekitar 97 persen, karena keterbatasan perangkat.

“Ada sekitar 2,5 persen dari total tingkatan kelas 7 dan 8, yang benar-benar tidak bisa online. Alasannya, ada keterbatasan karena tidak memiliki handpone,” ujarnya kepada Radar Bekasi, Selasa (16/6).

Siswa yang tidak bisa mengikuti pembelajaran daring, ujar dia, diberikan tugas dalam bentuk portofolio. Tugas tersebut selanjutnya diserahkan ke masing-masing guru mata pelajaran. Dengan demikian, peserta didik tetap mendapatkan nilai.

“Kemarin para siswa yang tidak bisa mengikuti pembelajaran daring, sudah mengumpulkan hasil portofolionya. Dan kelihatannya bagus, dengan begini mereka (siswa) tetap memiliki nilai,” pungkasnya.

Jangan Ada Siswa Tinggal Kelas
Selain terkendala perangkat, jaringan internet juga menjadi masalah dalam pembelajaran jarak jauh. Hal ini terjadi di beberapa sekolah di wilayah setempat.

Tak dipungkiri, kondisi itu membuat tugas atau ujian yang dikerjakan oleh siswa menjadi kurang maksimal. Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bekasi, khawatir dampaknya siswa tinggal kelas. Sekretaris PGRI Kabupaten Bekasi, Hamdani mengaku sudah menerima informasi dari guru di sekolah terkait hal tersebut.

“Saya menerima informasi ini dari teman- teman guru. Soal ini, menaikan atau tidaknya siswa. Saya rasa, dalam hal ini anak- anak menjadi korban akibat kebijakan,” ujar Hamdani, Rabu (17/6).

Oleh karena itu. pihaknya meminta agar tak ada siswa yang tinggal kelas. Apalagi, pembelajaran daring saat pandemi Covid-19 merupakan kebijakan pemerintah pusat.

Menurutnya, perlu ada komunikasi antara orangtua murid dengan guru sebelum memutuskan siswa tinggal atau naik kelas. “Jangan karena keterbatasan orangtua dan guru sehingga anak tidak naik kelas. Pihak sekolah, guru dan orangtua wajib memikirkan bagaimana caranya anak harus naik kelas,” tukasnya. (pra/dan)

Related Articles

Back to top button