BekasiBerita UtamaMetropolis

Bansos Pemkot Disetop

ILUSTRASI: Petugas ketika menata bantuan sosial (Bansos) pertama yang didistribusikan Pemerintah Kota Bekasi bagi warga terdampak pandemi Covid-19. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Bantuan sosial (Bansos) untuk masyarakat  Kota Bekasi yang terdampak Covid-19 bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) disetop.

Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi mengatakan, Pemkot Bekasi sudah tak menyalurkan bansos bersumber dari APBD, sebab sejumlah bantuan telah diberikan kepada warganya di Kota Bekasi, seperti bantuan dari Presiden, Kementerian sosial (Kemensos), dan Pemprov Jawa Barat. Adapun Pemkot Bekasi hanya menyalurkan bansos saat emergency atau awal Covid-19 ketika penerapan PSBB diberlakukan.

“Iya, untuk bansos dari kita (Pemkot Bekasi) itu sudah disetop, dan kini kita belum ada rencana belanjakan lagi. Jadi, untuk yang dari kita ya itu waktu di saat emergency saja,” kata Rahmat ketika ditemui di Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi belum lama ini.

Namun begitu, diakui Rahmat, untuk bansos masyarakat Kota Bekasi tak perlu khawatir, terutama yang telah terdaftar di data Non- DTKS masih akan disalurkan bansos dari Kemensos. Bahkan, waktunya ditambah hingga bulan Desember atau akhir tahun.

“Jadi, untuk bansos dari Kemensos tetap terus disalurkan. Dan itu juga ditambah waktunya sampai bulan Desember,” tuturnya.

Rahmat menjelaskan, pihaknya tak lagi menyediakan bansos kepada masyarakat itu karena memang kondisi keuangan Pemerintah yang dipimpinnya itu sedang defisit, sehingga tak memungkinkan untuk membelanjakan keperluan bansos. “Keuangan kita tak memungkinkan, karena sejak beberapa tahun ini lagi defisit,” ucapnya.

Terpisah, Ketua RT 01/22, Kelurahan Arenjaya,Bekasi Timur, Mulyono mengaku kecewa dengan disetopnya penyaluran bansos Pemkot Bekasi. Padahal menurutnya saat awal ada informasi bansos itu akan diberikan selama tiga bulan berturut-turut, mulai Mei hingga Juli 2020. Hal ini, berdasarkan dari penjelasan Pamor Kelurahan di wilayahnya.

“Katanya selama tiga bulan dikasih kok udah di setop aja,” keluh Mulyono.

Mulyono menyebut, bansos sangat dibutuhkan warga di lingkungannya sampai saat ini. Namun begitu, tak semua warga yang didata olehnya menerima, hingga terpaksa bansos yang masuk atau diterima pihaknya untuk warga dari Kemensos dibagi merata ke semua warga baik yang terdata maupun yang tidak.

“Kalau bansos yang diterima disini gak semua. Waktu awal yang dikasih Pemkot kita bagikan sesuai nama yang ada, sementara waktu turun dari Kemensos dibagiin rata karena banyak yang tak terima, dan itu sudah kita sepakati biar adil aja, sebab sebagian besar warga butuh, kan kasihan kalau tidak dapat,” ujar ketua RT yang akrab disapa Mul ini.

Diketahui, bansos yang disalurkan Pemkot Bekasi dari dana APBD itu diterima, sebanyak 267.360 KK yang kemudian disebut sebagai warga terdampak Covid-19 atau masuk data Non-DTKS. Selain itu, ada pula warga lain menerima bantuan dari pemerintah pusat atau Pemprov Jawa Barat, berdasarkan data terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sebanyak 106.138 KK. Jadi, total penerima bansos di Kota Bekasi sebanyak 378.498 KK atau hampir separuhnya dari total warga berdasarkan jumlah kartu keluarga yang terdaftar di tahun 2019, yakni sebanyak 761.473 KK. (mhf)

Tags
Close