Cikarang

Bupati Minta Perlindungan dan Hak Anak Terpenuhi

Tunggu Gebrakan Pengurus KPAD Baru

PROSES PELANTIKAN: Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja saat melantik pengurus Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Bekasi periode 2020-2025 di Gedung Wibawa Mukti, Komplek Pemkab Bekasi, Kamis (16/7). DOK.HUMAS/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja, menekankan agar perlindungan dan hak anak terpenuhi. Hal itu ia sampaikan saat mengukuhkan pengurus Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Bekasi periode 2020-2025. Pengukuhan berlangsung di Gedung Wibawa Mukti, Komplek Pemkab Bekasi, Kamis (16/7).

Dalam sambutan-nya, Eka berharap agar KPAD yang baru dilantik memiliki gebrakan atau inovasi yang dapat memenuhi perlindungan dan hak anak di Kabupaten Bekasi.

“Anak ini menjadi harapan kita. Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dimulai dari kualitas anak yang ada. Saya akan mendukung semua kegiatan yang dilakukan KPAD. Dan mari sama-sama menunggu gebrakan-nya, sehingga anak-anak di Kabupaten Bekasi lebih baik lagi,” tuturnya

Ditambahkan Eka, di era teknologi saat ini, penanganan terhadap anak semakin kompleks. Harus memiliki pengawasan yang lebih ketat lagi terhadap anak-anak di Kabupaten Bekasi.

“Saya mengimbau, nantinya KPAD bisa berkomunikasi kepada semua elemen di Kabupaten Bekasi untuk melakukan perlindungan anak,” tegasnya.

Bupati juga mengucapkan selamat kepada tujuh orang yang telah dilantik, dan dapat segera melaksanakan tugas-nya. Eka mengaku akan mendukung upaya yang akan dilakukan KPAD dalam perlindungan anak dan bisa bersinergi dengan Pemerintah Daerah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yuliadi Prihartono menjelaskan, sebelumnya pihaknya telah meyeleksi 121 peserta calon KPAD. Dengan hasil akhir, diketuai oleh Dadang Lesmana dan posisi Wakil Ketua, Suharjuddin.

Lanjut Yuliadi, untuk kedudukan Komisioner Bidang Kesehatan, Yeni Sahriani, Komisioner Bidang Advokasi, Trafficking dan anak berhadapan dengan hukum, Slamet Riyadi.

Sementara Komisioner Bidang Pengasuhan Alternatif Sosial dan Bencana, Riyanto, dan Komisioner Bidang Data dan Informasi, Ulfa Maslahah, serta Komisioner Pelayan Bimbingan dan Konseling, Wulan Mayasari.

“Proses seleksi KPAD ini melibatkan berbagai unsur. Hal itu, dilakukan sebagai upaya untuk mendapatkan figur yang punya komitmen kuat. Besar harapan kami, dengan terbentuknya KPAD ini, perlindungan terhadap anak di Kabupaten Bekasi lebih baik lagi,” tandas Yuliadi. (and/adv)

Related Articles

Back to top button