Cikarang

Hom Hotel Prioritaskan Protokol Kesehatan

LAYANI PENGUNJUNG: Karyawan restoran Hom Hotel saat melayani pengunjung dengan tetap menjalankan protocol kesehatan. IST/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Setelah diterapkannya Adaptasi Kebiasan Baru (AKB) di Kabupaten Bekasi, Hom Hotel Tambun, siap beroperasi dengan memprioritaskan protokol kesehatan Covid-19 kepada semua karyawan, tamu, vendor, serta berbagai pemangku kepentingan yang masuk ke kawasan hotel.

Saat memasuki hotel, seluruh tamu dan karyawan, diwajibkan untuk mencuci tangan terlebih dahulu, lalu menggunakan masker dan dicek suhu tubuhnya sebelum masuk ke area hotel dengan batas maksimal 37,3 derajat celcius.

“Jika ada yang lebih dari 37,3 derajat, kami akan suruh duduk selama lima menit dan dicek kembali suhu tubuhnya. Apabila sudah turun, maka akan dipersilahkan untuk masuk, dan kalau masih di atas maksimal, maka akan kami minta untuk pulang atau tidak memasuki area hotel,” ujar Vice GM Hom Hotel, Riza Bayu Aji.

Kata dia, saat memasuki area lobby, team front office sudah menyambut dengan menggunakan masker dan sarung tangan. ”Team Housekeeping setiap hari melakukan pembersihan dan penyemprotan dengan disinfectan pada benda yang sering disentuh oleh tamu,” bebernya.

Lanjut Riza, team FB Product menjaga hygienitas makanan dengan selalu mengecek suhu tempat penyimpanan makanan dan kebersihan di area dapur.

”Dari area depan lobby, kami memberikan pembatas jaga jarak antara receptionist dan tamu pada saat checkin. Sementara reataurant kami pun setiap dua jam akan ada penyemprotan disinfektan dari team,” terang Riza.

Sedangkan untuk penggunaan fasilitas hotel, seperti kolam renang dan tempat fitnes, pihak hotel akan mengatur letak kursi dengan minimal batas aman. Pihak hotel juga melakukan pembersihan kolam renang atau fitnes sesuai prosedur dan frekuensi yang ditetapkan, sekaligus menginformasikan kepada tamu ketika fasilitas tersebut dalam kondisi penuh untuk menjaga jarak aman.

“Pada saat pandemic Covid-19 ini, kami coba berinovasi dengan mengurangi sentuhan terhadap benda mati, sehingga kami membuat menu makanan dengan QR Code, dimana tamu bisa scan barcode tersebut dan melihat menu kami di handphone tanpa bersentuhan dengan daftar menu ,” tandasnya. (and)

Related Articles

Back to top button