Cikarang

Nakes Pekerjaan Berisiko Terinfeksi Covid-19

ALAT RAPID: Seorang pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, memperlihatkan alata rapid test Covid-19 di Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, beberapa waktu lalu. ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Profesi tenaga kesehatan (nakes), terutama dokter, dalam kelompok yang berisiko paling tinggi terinfeksi Covid-19. Untuk di Kabupaten Bekasi sendiri, sampai saat ini sebanyak 40 Nakes sudah terinfeksi Covid-19.

“Di tengah pandemi Covid-19 ini, Nakes merupakan kemlompok yang paling beresiko,” ujar Anggota Komisi IX DPR RI, Putih Sari kepada Radar Bekasi, belum lama ini.

Menurut wanita kelahiran Jakarta ini, setelah adanya wabah Covid-19, hampir setiap daerah banyak Nakes yang menjadi korban. Tentunya, hal itu disebabkan karena mereka (Nakes,Red) bersentuhan langsung dengan orang-orang yang terpapar Covid-19.

Dalam kondisi seperti ini, pihaknya (Komisi IX,Red) mendorong Kementerian Kesehatan agar lebih memberi perhatian, khususunya dari sisi Alat Pelindung Diri (APD). Namun memang banyak faktor yang menyebabkan hal itu terjadi, salah satunya dipengaruhi oleh daya tahan tubuh.

“Kalau pun masih banyak Nakes yang terinfeksi Covid-19, mungkin saja, karena kelelahan, terutama yang berada di rumah sakit rujukan Covid. Mau tidak mau, jam kerjanya dua kali lipat,” ucapnya.

Selain itu, dirinya juga menyoroti mengenai insentif Nakes yang merawat pasien Covid-19. Kata dia, anggaran untuk insentif itu sudah dialokasikan, hanya saja sampai saat ini, banyak yang mengeluh belum mendapatkan hak-haknya. Putih menilai, hal itu dikarenakan proses verifikasi-nya ada di Dinas Kesehatan.

“Banyak keluhan, karena insetif untuk Nakes belum turun. Yang menjadi kritik saya, pemerintah daerah tidak melibatkan organisasi kesehatan dalam pemberian insetif itu. Padahal mereka yang lebih tahu staf-nya mana saja, sehingga lebih mudah,” beber Putih.

Sebelumnya, Juru Bicara Covid-19 Kabupaten Bekasi, Alamsyah menuturkan, dalam mengatasi wabah Covid-19, Nakes menjadi garda terdepan. Baik itu di paskes primer (puskesmas dan klinik), maupun paskes rujukan seperti rumah sakit.

Tambah Alamsyah, dengan begitu, para Nakes harus menjaga kedisplinan, salah satunya selalu menggunakan APD dan harus rajin mengkonsumsi vitamin. Hanya saja, dia mengaku, karakteristik di Kabupaten Bekasi, masih banyak Nakes yang terinfeksi Covid-19.

“Kebanyakan warga kabupaten Bekasi yang bekerja di rumah sakit luar Bekasi. Terutama di Jakarta. Dan tenaga kesehatan di rumah sakit dan puskesmas di Kabupaten Bekasi ini totalnya lebih 40 orang,” terang Alamsyah, belum lama ini. (pra)

Related Articles

Back to top button