Metropolis

Benahi Sektor Kesehatan

70 Tahun , Pemkab Bekasi Diminta Berinovasiasi

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Menginjak usia 70 tahun, Pemerintah Kabupaten Bekasi diminta melakukan inovasi dan peningkatan pelayanan di bidang kesehatan.

Pasalnya, hingga saat ini banyak masyarakat Kabupaten Bekasi harus keluar daerah untuk bisa mendapatkan pelayanan kesehatan, menyusul belum tersedianya fasilitas yang memadai.

Hal itu disuarakan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Demokrat, Kabupaten Bekasi, Romli HM.

Menurut Romli, pelayanan kesehatan untuk masyarakat harus menjadi catatan penting Pemkab Bekasi, karena masih banyak masyarakat yang belum merasakan sepenuhnya pelayanan kesehatan. Hal itu terbukti dengan banyaknya masyarakat yang harus berobat keluar daerah saat sakit.

“Selama ini pelayanan kese­ hatan untuk masyarakat di Kabupaten Bekasi belum ber­ jalan maksimal. Padahal di kita ini semua mendukung, termasuk dari anggaran, coba pelayanan kesehatan lebih dimaksimalkan lagi kedepannya,” ujarnya kepada Radar Bekasi.

Dirinya membandingkan, pelayanan kesehatan di daerah Garut lebih berkembang daripada Kabupaten Bekasi. Disana ada puskesmas di wilayah pelosok buka selama 24 jam, dengan peralatan yang lengkap. Keberdaan puskesmas itu ia jumpai langsung saat berkunjung ke daerah Garut. Program tersebut sejatinya juga bisa diterapkan di Kabu­ paten Bekasi.

“Saya bingung, ko daerah lain bisa. Tapi kenapa kita tidak bisa. Kalau alasannya anggaran, tidak masuk diakal. Toh setiap tahun banyak silpa,” tegasnya.

Selain itu, mantan Ketua KONI Kabupaten Bekasi ini menutur­ kan, persoalan yang sampai saat ini masih sangat mempri­ hatinkan mengenai sampah. Tentunya, ini harus menjadi perhatian Pemerintah Kabu­ paten Bekasi kedepan. Fasilitas kesehatan serta penanganan sampah yang baik dijelaskannya berperan penting menunjang kesehatan masyarakat.

“Ini sebetulnya harus menjadi perhatian untuk pemerintah. Saya melihat tidak ada kemauan dari pemerintah untuk menyelesai­ kan persoalan itu (sampah), sehingga tidak kunjung selesai,” ungkapnya.

Dirinya menilai, banyaknya jabatan yang kosong di Peme­ rintahan Kabupaten Bekasi menjadi salah satu penyebab kinerja dari berbagai intansi tidak bisa berjalan dengan baik. Dan itu akan berdampak kepada masyarakat. Padahal, hal seperti itu harusnya tidak lagi terjadi “Ketika sekarang Kabupaten Bekasi sudah berusia 70 tahun, hal­hal seperti itu harus dibenahi, jangan sampai ini terus­terusan terjadi,” ucapnya. Lanjut Romli, dalam membangun suatu daerah banyak cara yang sebenarnya bisa dilakukan. Dan untuk melakukan itu Bupati harus kreatif dan inovatif. Pihaknya juga menyoal posisi Bupati yang hingga saat ini masih sendiri. Tak adanya Wakil Bupati, dirasa sulit untuk ber­ bagai peran.

“Bupati harus banyak berfikir, berkreativitas. Karena banyak cara untuk membangun suatu daerah, tinggal bagaimana kreativitasnya. Bupati juga harus segera punya wakil, agar ada yang membantu untuk membangun Kabupaten Bekasi,”tegasnya. (pra)

Related Articles

Back to top button