BekasiBerita UtamaPendidikan

Orangtua Tunda Daftarkan Anak Masuk PAUD

ILUSTRASI: Sejumlah siswa dari salah satu sekolah swasta di Kota Bekasi asyik bermain, sebelum masa pandemi. Jumlah pendaftar siswa baru jenjang PAUD di Kota Bekasi pada tahun ajaran 2020/2021 mengalami penurunan signifikan dibandingkan dengan sebelumnya. Foto: Istimewa

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Jumlah pendaftar siswa baru jenjang PAUD di Kota Bekasi pada tahun ajaran 2020/2021 mengalami penurunan signifikan dibandingkan dengan sebelumnya. Hal itu disebabkan lantaran orangtua memutuskan menunda mendaftarkan anaknya masuk sekolah akibat pandemi Covid-19.

Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Dinas Pendidikan Kota Bekasi Marwah Zaitun menyebut, penerimaan siswa baru tingkat PAUD, TK, KB pada tahun ajaran ini mengalami penurunan berdasarkan laporan dari sekolah.

“Laporan yang saya terima dari kepala sekolah, memang ada penurunan penerimaan siswa di tahun ini,” ujar Marwah kepada Radar Bekasi, Senin (24/8).

Berdasarkan data yang dihimpun Disdik Kota Bekasi, peserta didik baru pada tahun ajaran 2019/2020 berjumlah 42.653. Sedangkan data pada tahun ini, belum diketahui jumlah pastinya karena masih dilakukan pendataan.

“Untuk tahun ini kita masih proses penginputan Dapodik (Data Pokok Pendidikan), karena sosialisasi penginputan data juga baru kita sosialisasikan,” tuturnya.

Yang jelas, kata dia, penurunan jumlah pendaftar pada tahun ini mencapai sekitar 50 persen. Menurunnya hal itu disebabkan karena adanya penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) akibat pandemi.

“Karena PAUD masih menerapkan PJJ di tengah pandemi ini, jadi banyak orangtua yang menunda anaknya masuk ke jenjang PAUD. Padahal PAUD ini adalah landasan dasar peserta didik untuk masuk ke jenjang SD,” ucapnya

Menurutnya, sistem penerimaan peserta didik baru jenjang PAUD berbeda dengan SD dan SMP. Untuk memenuhi kebutuhan siswa baru, lembaga PAUD masih membuka pendaftaran.

Marwah berharap agar para orangtua tidak menunda untuk mendaftarkan anaknya sekolah. “Untuk tingkat PAUD masih dibuka sampai cut Dapodik pada September. Kita harap orangtua tidak perlu takut dan menunda untuk memasukan anaknya ke jenjang PAUD. Karena sekali lagi PAUD dan juga TK adalah landasan dasar pendidikan,” tegasnya.

Ia menyampaikan kepada sekolah agar tidak membebankan tugas yang terlalu berat kepada peserta didik. Pasalnya, jenjang pendidikan PAUD memiliki metode pembelajaran yang sangat berbeda dengan pendidikan yang lebih tinggi.

“Kita sudah mengingatkan kepada sekolah agar tidak memindahkan kurikulum sekolah ke rumah peserta didik, karena ketercapaian kurikulum saat ini tidak dituntut selama masa PJJ berlangsung,” katanya.

Menurutnya, terdapat tiga metode pembelajaran PAUD. Yakni, metode daring, ruling dan home visit.  Ketiga metode ini dapat dipilih sekolah untuk menyesuaikan pembelajaran di masing-masing wilayah.

“Kita berupaya untuk tidak membebani orangtua melalui tiga metode pembelajaran ini. Khususnya home visit yang dapat dilakukan di wilayah-wilayah dengan perekonomian menengah ke bawah,” tukasnya.

Marwah mencontohkan, seperti di wilayah Bantargebang, sekolah dapat menerapkan metode home visit, namun tetap menerapkan protokol kesehatan. (dew)

Related Articles

Back to top button