RADARBEKASI.ID, BEKASI – Perumda Tirta Bhagasasi Bekasi menyatakan kesiapan untuk menyalurkan air bersih secara gratis ke wilayah yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau. Langkah ini dilakukan sebagai upaya memenuhi kebutuhan dasar warga yang mulai kesulitan memperoleh pasokan air bersih di sejumlah titik terdampak.
Direktur Utama Perumda Tirta Bhagasasi Bekasi, Reza Luthfi Hasan, mengatakan bahwa penyediaan air bersih tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memberikan pelayanan publik, terutama pada saat masyarakat menghadapi kondisi darurat.
Menurut Reza, penyaluran bantuan dilakukan melalui kerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi. Dalam skema tersebut, Perumda menyediakan pasokan air bersih, sementara BPBD mendistribusikannya menggunakan armada truk tangki ke lokasi yang membutuhkan.
“Ini merupakan bentuk respons cepat terhadap kondisi darurat. Kami siap mendukung BPBD karena memiliki tanggung jawab yang sama dalam melayani masyarakat,” kata Reza, Selasa (23/6).
Hingga saat ini, Perumda belum menerima permintaan langsung dari masyarakat. Namun demikian, mekanisme penyaluran bantuan telah disiapkan.
Warga yang mengalami kesulitan air bersih dapat mengajukan permohonan melalui pemerintah desa, yang kemudian diteruskan ke kecamatan dan BPBD untuk ditindaklanjuti.
Reza menegaskan, pihaknya siap mengerahkan bantuan melalui kantor cabang maupun koordinasi dengan BPBD, sebagaimana yang telah dilakukan pada musim kemarau dan saat terjadi bencana pada tahun-tahun sebelumnya.
Sementara itu, BPBD Kabupaten Bekasi mencatat sedikitnya 1.650 jiwa atau 641 kepala keluarga di dua desa mulai terdampak kekeringan. Wilayah tersebut meliputi Desa Nagasari di Kecamatan Serang Baru dan Desa Ridogalih di Kecamatan Cibarusah.
Desa Ridogalih menjadi wilayah dengan dampak paling parah, dengan sekitar 800 warga dari 296 kepala keluarga mengalami kesulitan air bersih setelah wilayah tersebut tidak diguyur hujan selama lebih dari satu bulan.
Kondisi serupa juga terjadi di Desa Nagasari yang masih membutuhkan pasokan air bersih. Hingga kini, BPBD bersama Perumda Tirta Bhagasasi telah menyalurkan sekitar 50.000 liter air bersih menggunakan truk tangki ke wilayah terdampak.
Distribusi bantuan tersebut akan terus dilakukan sesuai kebutuhan di lapangan. Di sisi lain, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana selama musim kemarau.
Masyarakat di daerah rawan kekeringan diminta menggunakan air secara hemat serta segera melapor kepada pemerintah setempat apabila mengalami kesulitan memperoleh pasokan air bersih.
BNPB juga mengingatkan masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca resmi dan mengikuti arahan pemerintah daerah, guna meminimalkan dampak kekeringan maupun potensi bencana hidrometeorologi. (and/*)











