Politik

Begini Sosialisasi 4 Pilar yang Bikin Nikmat

BEKASI,RADARBEKASI.ID-Ada yang berbeda saat Anggota Badan Pengkajian  (BP) MPR Ahmad Syaikhu melakukan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI, Sabtu (5/9). Para peserta yang berjumlah 200 orang tampak tidak suntuk. Mereka tetap melek hingga akhir acara.

Rupanya, racikan kopi dua barista di acara itu, salah satu kuncinya. Syaikhu sempat berseloroh mengomentari nikmatnya kopi yang dibuat keduanya. “Kopi yang nikmat itu digiling bukan digunting,” ungkapnya di acara yang berlangsung di Pesantren Annihayah, Rawamerta, Karawang.

Syaikhu menjadi pembicara bersama Wakil Ketua MPR Dr. Hidayat Nur Wahid. Dalam kesempatan itu, Hidayat meminta agar bangsa ini tidak melupakan ‘jas merah’ dan ‘jas hijau’.

“Kita jangan meninggalkan jasa para pahlawan atau ‘jas merah’. Juga jangan menghilangkan jasa para ulama atau ,’jas hijau'”, ungkap Hidayat.

Sementara itu, Syaikhu mengingatkan tentang banyaknya agenda keumatan yang harus terus dikawal di parlemen. Salah satunya Rancangan Undang-Undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP).

“Kita hampir kecolongan dengan RUU HIP. Karena Pancasila mau diperas menjadi Trisila dan Ekasila,” ungkap Syaikhu.

Selain itu, tambah Syaikhu, TAP MPRS No. XXV Tahun 1966 tidak dijadikan konsideran atau pertimbangan dalam RUU HIP.

“Padahal TAP MPRS ini isinya pembubaran PKI dan pelarangan komunisme, Lenisisme dan Marxisme,” jelas Syaikhu.

Politisi PKS itu mengajak para santri dan kyai yang hadir dalam acara itu, untuk peduli dengan isu-isu semacam ini.

“Kita ini harus percaya diri karena kemerdekaan bangsa hasil perjuangan kyai dan santri. Karena itu isu-isu semacam RUU HIP harus diawasi,” kata Syaikhu, mantan Wakil Wali Kota Bekasi. (zar)

Related Articles

Back to top button