Pendidikan

Sambut Baik Perubahan Ekosistem Pendidikan SMK

SMK BKM 1 Kota Bekasi
ILUSTRASI: Siswa berjalan di lingkungan SMK BKM 1 Kota Bekasi. Satuan pendidikan di Kota Bekasi menyambut baik GSM.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Satuan pendidikan di Kota Bekasi menyambut baik Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM). Gerakan tersebut mendorong perubahan ekosistem pendidikan SMK yang mendukung terwujudnya link and match antara pendidikan vokasi dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Kabupaten Bekasi Nopriandi mengungkapkan, pada masa pandemi ini link and match antara sekolah dengan DUDI masih tetap berjalan dengan baik. Ia menyambut baik kolaborasi Direktorat Jenderal (Ditjen) Pendidikan Vokasi dengan GSM dalam mendorong perubahan ekosistem pendidikan SMK.

“Gerakan Sekolah Menyenangkan dibentuk untuk meningkatkan kualitas guru agar siswa dapat diterima dengan baik oleh dunia usahanya (DUDI),” ujarnya kepada Radar Bekasi, Kamis (1/10).

Dengan program tersebut, kepala sekolah dituntut untuk memiliki karakter kuat sebagai motivator, innovator, organizing dan controlling dalam pelaksanaan pembelajaran. Menurut Nopriandi, dibutuhkan peran guru untuk mewujudkan hal itu.

“Ada atau tidak adanya gerakan tersebut, kepada sekolah memang harus memiliki karakter serupa. Namun dalam hal ini kepala sekolah tidak bekerja sendirian, tapi ada guru yang juga ikut membantu mewujudkan hal tersebut” tuturnya.

Saat ini serapan dunia industri bagi lulusan SMK memang tidak terjadi secara normal, hanya berkisar 30 persen. Namun dirinya optimis, lulusannya dapat kembali terserap dengan baik setelah pandemi.

“Yang tadi saya katakan semua masih tetap aman, meskipun tidak terserap dengan baik. Tapi kami yakin setelah pandemi ini, siswa kami dapat terserap dengan baik sehingga apa yang diinginkan yaitu memperkuat ekosistem dapat terjadi,” pungkasnya.

Kepala SMK Bina Karya Mandiri (BKM) 2 Kota Bekasi Ayung Sardi Dauly mengatakan, program GSM bukanlah hal yang baru. Program tersebut sudah diluncurkan sejak 6 tahun yang lalu, namun masih diprioritaskan untuk jenjang pendidikan PAUD, TK dan SD.

“Dari awal GSM di rancang menghilangkan kesenjangan antara sekolah di perkotaan dan pinggiran serta antara sekolah elit dan sekolah alit, sehingga program sekolah dilihat dari menyenangkan atau tidak memanusiakan manusia serta memerdekakan diri dalam belajar. Jika memang itu diadopsi untuk tingkat SMK, saya rasa itu merupakan keputusan cukup baik,” ungkap pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Badan Musyawarah Perguruan Swasta Kota Bekasi ini.

Ia menyambut baik adopsi program yang dirancang agar lulusan SMK dapat mudah diterima di DUDI tersebut. “Tentu setuju karena suatu program pasti ditujukan untuk suatu hal yang baik. Semoga saja dengan adanya program ini benar-benar bisa memperkuat ekosistem pendidikan SMK,” pungkasnya. (dew) 

Related Articles

Back to top button