Metropolis

Aksi Penolakan Berlanjut

SAMPAIKAN TUNTUTAN : Sejumlah mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Pemerintahan Kota Bekasi di Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Selasa (20/10). RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKAS

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Aksi demonstrasi dilakukan dibeberapa daerah melanjutkan tuntutan penolakan Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker). Puluhan mahasiswa Kota Bskasi memilih untuk tidak bertolak ke Jakarta, dan bersafari mulai dari kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi hingga ke kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi membawa tuntutan penolakan UU Ciptaker.

Aksi demonstrasi di depan gerbang kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi kali ini tidak dilakukan dalam durasi waktu lama. Mereka hanya menyampaikan tuntutannya sekira 60 menit. Dibalik rangkaian aksi ini, mahasiswa mengaku tengah mempersiapkan aliansi yang tergabung dari berbagai elemen untuk menyuarakan kembali tuntutan yang dinilai sampai saat ini belum mendapatkan respon serius dari pemerintah.

Tuntutan mereka menolak dan meminta pemerintah membatalkan UU Ciptaker yang dinilai tidak efektif untuk diperjuangkan melalui Judicial Riview (JR) di Mahkamah Konstitusi (MK).

“Maka dari itu, kita melihat sentralisasi kebijakan ini sudah berlaku sejak draft ini diberikan (oleh DPR RI) kepada peemrintah,” ungkap Koordinator Aksi, Riki Sandi saat dijumpai di depan gerbang kantor Pemkot Bekasi, Selasa (20/10).

Mahasiswa Kota Bekasi disebut telah menyepakati untuk tidak bertolak ke Jakarta, mereka memilih untuk menyuarakan tuntutan kepada pemerintah pusat di Kota Bekasi. Saat ini mereka tengah membangun aliansi yang rencananya terdiri dari buruh, mahasiswa, bahkan pelajar untuk berjuang dalam aliansi yang akan dibentuk.

Aliansi yang dibentuk ini akan merespon isu-isu yang berkembang di masyarakat, khususnya di wilayah Kota Bekasi. Hari ini rencananya massa akan kembali turun ke jalan bersama-sama, massa rencananya terdiri dari mahasiswa, buruh, dan pelajar.

“Harapannya aliansi ini nantinya menjadi multi sektor di kemudian hari, ini yang sedang kita bangun, maka dari itu kita tidak pernah berangkat ke Jakarta,” tukasnya. (sur)

Related Articles

Back to top button