Ajarkan Anak Cintai Lingkungan Sejak Dini

ALAM TERBUKA: Sejumlah murid PAUD mengikuti permainan saat belajar di Hutan Bambu, Warung Bongkok, Desa Sukadanau, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Rabu (21/10). ARIESANT/RADAR BEKASI
ALAM TERBUKA: Sejumlah murid PAUD mengikuti permainan saat belajar di Hutan Bambu, Warung Bongkok, Desa Sukadanau, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Rabu (21/10). ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Kelompok Save Kali Cikarang berbagi ilmu kepada anak anak, khususnya yang masih duduk di Pendidikan Anak Usia Dini (Paud).

Ketua Harian Hutan Bambu, Warung Bongkok, Cikarang, Jhon Smoker mengungkapkan, hingga saat ini sejak dibukanya hutan bambu dan terbentuknya kelompok Save Kali Cikarang, sudah ada tiga lembaga PAUD yang berkunjung, khusus untuk mendapatkan pembelajaran.


Pelajaran yang diberikan kepada anak sejak dini, diantaranya bagaimana mencintai lingkungan dan menjaganya, manfaat sungai, manfaat bambu, dan bagaimana bahaya sampah terhadap lingkungan.

“Kami disini memberikan pembelajaran kepada anak-anak sejak dini. Sebab, anak anak ini perlu dibekali pengetahuan. Sehingga, saat sudah besar nanti bisa mencintai lingkungan dan dapat menjaganya,” tutur Jhon.


Menurut dia, apabila anak-anak tidak mencintai lingkungan makan enggan turut serta dalam menjaganya. Oleh sebab itu, ketika ada PAUD yang berkunjung, hal yang pertama diberikan adalah pembekalan untuk dapat mencintai lingkungan.

Kata Jhon, apabila seorang anak sudah mencintai lingkungan dengan sendirinya akan tumbuh budaya serta karakter yang peduli dengan lingkungan. Salah satunya tidak membuang sampah sembarangan dan dapat menjaga kebersihan sungai.

Selain itu, kelompok yang tergabung dalam Save Kali Cikarang ini, menyampaikan manfaat sungai apabila dijaga kelestariannya akan membuat ikan yang hidup dapat berkembang biak, dan tidak menimbulkan banjir, serta tidak membuat kotor lingkungan.

“Kami juga mengimbau kepada masyarakat, termasuk para pengurus PAUD, jangan sungkan untuk belajar mencintai lingkungan dengan datang ke Hutan Bambu, Warung Bongkok,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala PAUD Kelompok Bermain Tegar Anisa, Desa Mekarwangi, Cikarang Barat, Atika Hadisasmita menyampaikan, dirinya sengaja mengajak anak-anak belajar sambil praktik untuk pengenalan langsung terhadap alam.

Salah satu yang didapat adalah menyusuri sungai, sehingga anak-anak mengenal lebih jauh tentang sungai, pohon bambu dan manfaatnya, termasuk burung-burung yang ada di hutan bambu, dan bercocok tanam.

“Saya melihat, banyak ilmu yang dapat dicermati oleh anak-anak. Apalagi mereka (anak anak), pastinya dapat merekam, salah satunya tidak membuang sampah sembarangan, dan mencintai lingkungan alam berserta isinya,” beber Atika. (and)