Berita UtamaPendidikan

Belum Ada Sosialisasi Asesmen Nasional

As-Sabiquun
ILUSTRASI: Siswa Sekolah Islam Terpadu As Sabiquun sedang membaca buku. Kalangan guru di Kota Bekasi menyebut belum ada sosialisasi AN sebagai pengganti UN. Dewi Wardah Radar Bekasi

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Kalangan guru di Kota Bekasi menyebut belum ada sosialisasi Asesmen Nasional (AN) sebagai pengganti Ujian Nasional (UN). Padahal, kebijakan itu akan diterapkan mulai 2021.

Wakil Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Bekasi Supyanto mengungkapkan, bahwa para guru hanya baru mengetahui UN akan diganti AN melalui Surat Edaran (SE) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Terkait sosialisasi AN dari Dinas Pendidikan Kota Bekasi, belum dilakukan.

“Untuk sosialisasi secara resmi kami para guru belum mendapatkannya,” ujarnya kepada Radar Bekasi, Senin (26/10).

Oleh sebab itu, kata dia, para guru belum memahami AN tersebut.  “Kalau untuk Asesmen Nasional saya rasa semua guru belum memahami betul mekanisme dan teknisnya,” tuturnya.

Lebih lanjut dikatakan, sosialisasi harus segera dilaksanakan agar guru dapat memahaminya. Apalagi butuh waktu untuk penyesuaian UN diganti menjadi AN.

“Mungkin untuk sosialisasi harus dilaksanakan dengan cepat, karena butuh adaptasi untuk memahami betul mekanisme yang akan diubah,” ucapnya.

Guru SDN Jatiasih IV Kota Bekasi Surya, mengaku belum memahami AN. Sebab, sampai saat ini dirinya belum mendapatkan sosialisasi. “Saya belum paham betul mengenai AN ini, baru denger-denger saja dari akun resminya Mendikbud,” katanya.

Menurut Surya, sosialiasi kepada tenaga pendidik harus segera dilakukan oleh pemerintah. Pasalnya, pelaksanaannya tinggal kurang dari enam bulan lagi.

“Memang baiknya pemerintah harus mengadakan sosialisasi dengan cepat, biar guru juga memiliki waktu untuk memahami Asesmen Nasional ini,” pungkasnya.

Hal senada disampaikan Kepala SMAN 1 Kota Bekasi Ekowati. Perempuan yang juga menjabat sebagai Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kota Bekasi ini mengaku, belum memahami betul teknis pelaksanaan AN.

“Belum memahami betul karena memang belum ada sosialisasi. Saya baru baca-baca panduannya saja,” pungkasnya. (dew)

Back to top button