Pendidikan

Sosialisasikan Budaya Baru Kehidupan Kampus

Pelantikan Rektor dan Pengurus Yayasan Universitas Krisnadwipayana

Unkris
FOTO BERSAMA: Rektor UNKRIS Ayub Muktiono (duduk), foto bersama dengan wakil rektor Ismail Razak, Suwanda dan Parbuntian Sinaga usai dilantik akhir pekan kemarin. ist/Radar Bekasi

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Ayub Muktiono, dipercaya memimpin Universitas Krisnadwipayana (UNKRIS) setelah dilantik sebagai rektor akhir pekan kemarin.

Pelantikan Rektor UNKRIS ini berbeda dengan sebelumnya, karena diselenggarakan di tengah pandemi Covid-19. Acara pelantikan dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes). Seluruh undangan yang hadir mengenakan masker dan menjaga jarak.

Ketua Pembina Yayasan, Prof. Gayus menyampaikan, pandemi Covid-19 melahirkan budaya baru dalam kehidupan kampus. Para dosen dan mahasiswa dituntut menggunakan teknologi digital untuk proses belajar jarak jauh demi mematuhi protokol kesehatan.

Dimasa pandemi Covid-19, menurutnya memberi banyak pelajaran berharga bagi kalangan akademisi dan mahasiswa sebagai calon intelektual. Pertama kedisiplinan dan ketertiban. Dosen dan mahasiswa harus disiplin menjaga jarak. Hal itu ditunjukkan dengan proses belajar jarak jauh, meski tidak bertatap muka langsung seperti biasa, namun proses belajar harus tetap dijalankan.

“Mahasiswa sebagai calon intelektual dihadapkan pada keharusan untuk tertib mengikuti protokol kesehatan mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak,” terangnya.

Selain itu, kampus sebagai tempat penelitian dipacu untuk mencari pola yang tepat di tengah pandemi. Hal itu terkait berbagai aspek ilmu pengetahuan. Selain penggunaan teknologi juga bagaimana interaksi sosial dan penerapan hukumnya. ”Lahirnya budaya baru di kampus selama masa pandemi, bisa menjadi model untuk menghadapi kemungkinan munculnya persoalan serupa apabila kelak virus corona bisa diatasi,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Rektor UNKRIS Ayub Muktiono, menyampaikan program prioritas diantaranya bidang pengabdian masyarakat. “Dengan amanah yang saya emban ini, tentu saya punya program prioritas. Pertama adalah bidang pengabdian masyarakat yang kami nilai masih kurang, sehingga rangkingnya stagnan,” tutur Ayub.

Program lainnya adalah menjalin kerjasama dengan pihak dalam negeri maupun luar negeri. Hal itu terkait konsep Kampus Merdeka yang didengungkan pemerintah.

“Dengan menjalin kerja sama baik di dalam maupun luar negeri, maka para mahasiswa bisa dengan mudah untuk praktek kerja atau magang yang kelak menjadi bekal dalam dunia kerja,” paparnya.

Dia juga mengaku akan membuka program studi baru, yakni kenotariatan dan lainnya. “Program lainnya yang jadi prioritas yakni membuka program studi baru kenotariatan. Selain itu, program doktoral di bidang administrasi dan ekonomi,” ungkapnya.

Ketua Pengurus Yayasan, Amir Karyatin, mengimbau seluruh stakeholder UNKRIS untuk tetap menjaga sinergitas menghadapi tantangan dunia pendidikan di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

“UNKRIS sebagai salah satu kampus tertua di Indonesia sudah mengalami pasang surut dan berbagai macam tantangan. Tapi, sampai saat ini masih bisa eksis. Jadi, bisa disimpulkan bahwa seluruh stakeholder yang memimpin UNKRIS dari waktu ke waktu ketahanannya luar biasa. Siapapun pemimpinnya dan saat ini tentu sangat berharap kepada pejabat rektorat yang baru dilantik untuk tetap menjadi luar biasa,” tandasnya. (mif)

Related Articles

Back to top button