RADARBEKASI.ID, BEKASI — Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada 2 Mei 2026 menjadi momentum refleksi bagi insan pendidikan untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang kian pesat.
Kepala SMPN 34 Kota Bekasi, Arief Purnama, mengatakan teknologi bukan lagi hal baru dalam dunia pendidikan. Karena itu, guru dan siswa dituntut untuk terus menyesuaikan diri dengan pembelajaran berbasis digital.
“Perkembangan teknologi dalam dunia pendidikan bukan hal baru. Sudah seharusnya insan pendidikan, baik guru maupun siswa, berkembang dalam pembelajaran berbasis teknologi,” ujarnya kepada Radar Bekasi, Minggu (3/5/2026).
Menurut Arief, Hardiknas tidak sekadar diperingati sebagai agenda tahunan, tetapi harus dimaknai sebagai pengingat bahwa pendidikan terus berkembang dan menuntut adaptasi berkelanjutan.
“Bukan hanya peringatan, tetapi pengingat bahwa pendidikan terus berkembang dan kami sebagai insan pendidikan harus mengikuti perkembangan tersebut,” katanya.
Ia mengakui, belum ada data pasti mengenai jumlah guru atau siswa yang belum memanfaatkan teknologi digital dalam proses pembelajaran. Namun, ia memastikan kondisi tersebut masih ditemukan di lapangan.
“Belum bisa dihitung secara pasti, tetapi masih ada guru yang belum memanfaatkan teknologi digital dalam pembelajaran. Biasanya karena memilih zona nyaman atau mendekati masa pensiun,” tuturnya.
Dalam momentum Hardiknas ini, Arief menekankan pentingnya refleksi terhadap peran pendidikan dalam membangun karakter dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Hal itu, kata dia, perlu diperkuat melalui pendekatan *deep learning* serta kolaborasi untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu dan inklusif.
Senada dengan itu, Kepala SDN Jatiluhur I Kota Bekasi, Agam, menyebut Hardiknas sebagai pengingat bahwa dunia pendidikan harus terus beradaptasi dengan perubahan.
“Ini menjadi pengingat bagi kami insan pendidikan bahwa dunia pendidikan terus berkembang dan kami harus terus beradaptasi,” ujarnya. (dew)











