Cikarang

Korban Tenggelam Marak

LEWATI JEMBATAN: Petugas Basarnas melewati jembatan saat menyusuri Sungai Kalimalang ketika melakukan pencarian korban tenggelam di Desa Jayamukti Cikarang Pusat, Minggu (16/11). ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Selama November 2020 marak orang yang tenggelam di wilayah Kabupaten Bekasi. Yakni ada lima kejadian dengan korban jiwa sebanyak enam orang.

Orang yang tenggelam atau terbawa arus mulai di Kali Cikarang Kampung Pasir Limus RT 05/03 Desa Wangunharja Kecamatan Cikarang Utara Minggu (1/11), dengan korban bernama Sunardi (25).

Kemudian pada hari yang sama, kejadian orang tenggelam terjadi juga di Kali Bekasi Kampung Babakan RT 06/02 Desa Satria Jaya Kecamatan Tambun Utara, dengan korban bernama bernama Alwi (22).

Pada Sabtu (14/11), kejadian orang tenggelam terjadi di Kalimalang Jembatan Pasar Tegal Danas Cikarang Pusat, dengan korban bernama Ajiz (14), Agung (14), dan Ahmad Gojali (15). Namun untik korban bernama Ajiz, masih bisa diselamatkan.

Lalu, kejadian orang tenggelam pada hari yang sama terjadi di Danau belakang PT Jotun Kawasan MM 2100 Kampung Telajung Desa Telajung Kecamatan Cikarang Barat, dengan korban bernama Nasan (38).

Dan terakhir, Senin (16/11) di Danau Galian Pasir Kampung Lengsir Desa Jayasampurna Kecamatan Serang Baru, dengan identitas korban belum diketahui.

“Kondisi seperti ini memang tidak biasa,” ujar Satgas Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Bekasi, Andhika Rakhman kepada Radar Bekasi, Senin (16/11).

Menurut Andhika, faktor yang membuat orang-orang itu tenggelam karena tidak bisa berenang. Walaupun memang kata Andhika, orang yang tenggelam ini berfikirnya bisa berenang, sehingga memaksakan.

“Ketika orang tersebut main di air, berfikirnya bisa berenang, tetapi pada dasarnya, tidak bisa berenang. Salah satu faktornya, tidak bisa berenang,” tuturnya.

Oleh karena itu, Andhika mengimbau agar para orangtua bisa menjaga anak-anaknya agar tidak bermain di kali atau sungai yang dalam. Kemudian, saling mengingatkan apabila ada aktivitas di air untuk orang-orang yang memancing maupun lainnya.

“Kami juga mengimbau kepada para orangtua agar bisa menjaga anak-anaknya. Kemudian saling mengingatkan apabila ada aktivitas di air. Minimal menggunakan pelampung dan lainnya,” saran Andhika. (pra)

Related Articles

Back to top button