Bekasi

Data Penerima dan Vaksinator Rampung Desember

RAPAT KOORDINASI : Pemerintah Kota Bekasi saat melakukan rapat koordinasi persiapan vaksinasi se-Jawa Barat, yang dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Setiawan Wangsaatmaja, kemarin.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi menargetkan data jumlah penerima vaksin dan vaksinator akan rampung pada Desember mendatang. Saat ini, Pemkot Bekasi masih memvalidasi sasaran penerima dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bekasi.

Sebanyak 8 ribu vaksin yang akan diberikan di masing-masing kelurahan berikut kelompok prioritas penerima vaksin saat ini tengah dalam proses verifikasi oleh Dinas Kesehatan Kota Bekasi. Verifikasi tersebut menyangkut kesesuaian usia sasaran penerima vaksin pada awal tahun 2021, berada dalam kondisi kesehatan yang baik, hingga keberadaan warga masih tinggal di Kota Bekasi sesuai data kependudukan atau sudah tinggal di wilayah lain.

“Itu yang jadi catatan, lagi di kumpulkan di seluruh wilayah. Harapan kami sampai Desember sudah ada data itu, kalau data dasar sudah ada dari Disdukcapil,” terang Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Bekasi, Dezy Syukrawati, Selasa (24/11).

Selain itu, lanjutnya, dibutuhkan 200 tenaga vaksinator untuk 480.000 vaksin yang akan diberikan kepada warga Kota Bekasi pada rentang usia 18 sampai dengan 59 tahun. Jumlah pasti kebutuhan vaksinator akan diketahui setelah hasil uji klinis diterima akhir tahun ini.

Perbedaan jumlah vaksinator bisa saja terjadi menyesuaikan jenis vaksin yang digunakan, setelah melihat perbedaan tata cara pemberian vaksin. Pada kesempatan pertama, 44 tenaga kesehatan dilatih tehnis vaksinasi. Puluhan tenaga kesehatan tersebut telah diberikan surat edaran untuk memberikan pelatihan kepada tenaga kesehatan lainnya di masing-masing puskesmas.

Sebanyak 18 tenaga kesehatan dari rumah sakit pemerintah juga tengah mendapatkan pelatihan serupa. Mereka berasal dari empat rumah sakit daerah (RSUD) di Kota Bekasi sebanyak 12 tenaga medis, dan enam tenaga medis dari RS Polri dan RS TNI.

“Iya (sementara kebutuhan vaksinator 200 tenaga medis), tapi kembali lagi ke penggunaan vaksinnya apa. Jadi kalau benar-benar pakai Sinovac, kami harus hitung lagi benar-benar tata cara penyuntikan Sinovac,” tukasnya.

Pemerintah Kota Bekasi diminta untuk membantu komunikasi terhadap masyarakat mengenai kebutuhan vaksin pada masa pandemi agar tidak terjadi kesalahan informasi ditengah masyarakat. Hasil evaluasi uji coba vaksin fase tiga akhir bulan Desember nanti akan kebijakan yang diambil oleh pemerintah, vaksinasi dapat segera dilaksanakan setelah mendapatkan hasil uji klinis.

Sementara itu, Sekda Pemprov Jawa Barat, Setiawan Wangsaatmaja mengatakan bahwa komunikasi publik saat ini dianggap hal penting.”Harus benar-benar diedukasi kan kepada masyarakat, nah informasi publik ini tidak hanya sekedar apa yang ada dikomunikasikan satu arah, sehingga faktor edukasi itu menjadi penting,” ungkapnya. (sur)

Related Articles

Back to top button