Pembukaan Sekolah Tak Serentak

SMAN-2-Kota-Bekasi
ILUSTRASI: Siswa mengikuti upacara masa perkenalan lingkungan sekolah di SMAN 2 Kota Bekasi, belum lama ini. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI.
SMAN-2-Kota-Bekasi
ILUSTRASI: Sejumlah siswa mengikuti upacara masa perkenalan lingkungan sekolah di SMAN 2 Kota Bekasi, belum lama ini. Pemerintah Kota Bekasi memastikan pembukaan sekolah mulai Januari 2021 tidak serentak. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi memastikan pembukaan sekolah mulai Januari 2021 tidak serentak. Pembelajaran tatap muka nantinya akan menerapkan dua konsep yang dirumuskan oleh Tim Wali Kota untuk Percepatan Penyelenggaraan Pemerintahan dan Pembangunan (TWUP4) dan Dinas Pendidikan.

Ketua Bidang Tata Kelola Pemerintahan TWUP4 Haris Budiyono menyampaikan, pihaknya bersama Dinas Pendidikan telah membahas teknis mengenai rencana pembelajaran tatap muka.


“Jadi hari ini (kemarin,red) kita membahas seputar teknis rencana pembelajaran tatap muka. Ada dua konsep dalam pembahasannya,” ungkapnya.

Konsep pertama, jelas dia, simulasi pembelajaran tatap muka secara terbatas atau tidak semua sekolah melaksanakannya. Kemudian, konsep kedua Adaptasi Tatanan Hidup Baru (ATBH) kegiatan sekolah.


Dua konsep tersebut akan diterapkan saat memasuki semester kedua tahun ajaran 2020/2021. Konsep pertama akan dimulai 18 Januari 2021, kedua pada 25 Januari 2021.

“Ini akan kita laksanakan dan akan kita coba pada awal semester II, tepatnya pada Januari. Untuk konsep pertama akan kita laksanakan dengan ketentuan dan mekanisme yang telah dibuat,” katanya.

Ia menjelaskan, konsep pertama akan dilaksanakan empat hari dalam satu minggu. Dalam sehari ditetapkan tiga rombongan belajar (rombel) untuk satu sekolah.

Sementara konsep kedua dilaksanakan lima hari dalam satu minggu. Adapun dalam sehari ditetapkan maksimal 25 persen dari jumlah rombel sekolah.

“Untuk konsep pertama protokol role modelnya dimonitoring oleh tim Disdik, dan untuk konsep kedua monitoring protokol role model dikelola mandiri oleh tim sekolah,” jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, konsep pemberlakuan simulasi pembelajaran tatap muka sebagaimana sudah dilaksanakan oleh empat sekolah role model. Sementara konsep kedua diberlakukan sebagaimana yang sudah dilakukan pada sekolah role model tersebut.

“Kota Bekasi tidak akan membuka serentak sekolahnya, tetapi simulasi belajar dulu. Baru akan dibuka dan untuk konsep kedua akan dibuka ketika sekolah tersebut dinilai mampu untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka,” ungkapnya.

Dalam konsep pertama simulasi pembelajaran tatap muka secara terbatas akan dilakukan pada 4 sekolah yang sudah terlebih dulu menjadi role pembelajaran pada 3-5 Agustus 2020. Yaitu SMPN 2 Kota Bekasi, SMP Victory Plus, SDN Pekayon Jaya VI dan SDN Jaticempaka VI.

“Langkah selanjutnya adalah pembentukan tim Perwal, tim merumuskan Perwal dan Penetapan perwal. Semoga saja dua konsep ini bisa dilaksanakan dengan baik,” pungkasnya.

Ngebet Belajar Tatap Muka

Sejumlah siswa ngebet belajar tatap muka di sekolah. Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara daring yang mereka jalani selama pandemi Covid-19 dirasa kurang efektif.

Siswa SMPN 1 Kota Bekasi Dina Raisiya Putri mengaku senang ketika mengetahui informasi bahwa pemerintah mengizinkan sekolah kembali dibuka mulai tahun ajaran baru 2020/2021.

Ia mengaku pengin dapat kembali belajar tatap muka di sekolah lantaran pembelajaran daring selama ini membuatnya kesulitan memahami materi yang disampaikan oleh guru. Selain itu, Dina kerap mengalami masalah teknis seperti koneksi jaringan yang tak stabil.

“Aku sekarang ini udah kelas IX, pengin banget belajar secara normal dan mengerti materi-materi yang disampaikan oleh guru. Jadi semoga aja di 2021 bisa sekolah secara tatap muka lagi,” ungkap Dina.

Hal senada disampaikan oleh siswa SMPN 26 Kota Bekasi Chintia Istiqomah. Ia mengaku pengin belajar tatap muka lantaran pembelajaran daring telah membuatnya bosan.

“Aku udah pengin banget masuk sekolah, karena di rumah udah bosen. Belajar banyak yang gak masuk ke otak, mending masuk sekolah,” ungkap siswa kelas IX ini.

Bila kembali masuk sekolah, dirinya akan mematuhi prokol kesehatan yang dianjurkan. Dengan demikian dapat terhindar dari penyebaran virus Corona.

“Kita sudah cukup tahu bagaimana protokol kesehatan yang baik, kalo sekolah menerapkan itu tentu aka kita jalani dengan baik. Karena kita juga tahu bahayanya penyebaran virus Covid-19 ini,” katanya. (dew)