Dua Anggota DPRD Diduga Bekingi PT SG

FOTO BERSAMA: Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Repsih Munggahwati DAN Martina Ningsih, foto bersama dengan perwakilan warga usai memfasilitasi pertemuan pihak perusahaan dengan warga Sukaringin. IST/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Dua anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Repsih Munggahwati dan Martina Ningsih, diduga membekingi pihak PT Semar Gemilang (SG), sehingga bisa beroperasi kembali.

Pasalnya, perusahaan yang berada di Desa Sukaringin Kecamatan Sukawangi Kabupaten Bekasi, ditolak oleh warga untuk beroperasi setelah adanya insiden meledak dan memakan korban jiwa, beberapa waktu lalu.


Dugaan anggota DPRD telah membekingi pihak perusahaan, setelah Repsih Munggahwati, hadir pada saat mobil PT SG datang. Pada saat itu, politisi dari Partai Gerindra Kabupaten Bekasi ini mencoba menenangkan warga yang menghalangi supaya tidak masuk.

Hal ini disampaikan Ketua KNPI Sukawangi, Andani. Kata dia, dua anggota DPRD Repsih dan Martina, telah memfasilitasi pertemuan antara pihak perusahaan dengan perwakilan warga yang melakukan penolakan. Dalam pertemuan itu, pihak perusahaan meminta warga memberi izin untuk beroperasi kembali.


“Jadi, Repsih dan Martina ini memfasilitasi pihak perusahaan (PT SG) untuk bertemu warga,” tuturnya kepada Radar Bekasi, Minggu (29/11).

Namun kata dia, perwakilan warga yang hadir tidak semua setuju dengan permintaan dari pihak perusahaan. Lalu, saat perusahaan beroperasi kembali, kenapa anggota DPRD diam, dan tidak ada tindakan apa-apa? Sementara, masih ada warga yang menolak. Artinya, belum selesai.

“Seharusnya, kalau masih ada selisih (bermasalah), perusahaan jangan beroperasi. Selesaikan dulu persoalannya, karena masih ada warga yang menolak. Saya menduga, Repsih dan Martina ini membekingi pihak perusahaan,” ujar Andani.

Ia juga membeberkan, pada awal PT SG mau beroperasi kembali, warga sempat melakukan penolakan. Kemudian, anggota DPRD, Repsih, secara tiba-tiba datang ke perusahaan tersebut dan mencoba menenangkan warga yang melakukan penolakan.

“Repsih ini datang tiba-tiba ke PT SG saat mau beroperasi. Jelas ini terkesan setingan, kenapa bisa tahu kalau perusahaan itu mau beroperasi?,” tanya Andani.

Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Repsih Munggahwati, mengakui telah memfasilitasi pihak perusahaan bertemu dengan perwakilan warga. Tapi dirinya tidak bisa membeberkan poin hasil pertemuan tersebut.

“Hasilnya ada beberapa di Sekdes,” jawab Repsih saat dihubungi melalui telepon.

Hanya saja, Repsih mengelak saat disinggung telah membekingi pihak perusahaan (PT SG) agar bisa beroperasi kembali. “Suwe, emang bekingin, kan saya mah fasilitasi anak-anak biar kesampean maunya,” timpal Repsih. (pra)