Cikarang

40 Pengurus MUI Cikbar Dilantik

BERI SAMBUTAN: Wakil Ketua MUI Cikarang Barat, M.Shalahuddin, memberi sambutan saat akan melakukan pengukuhan pengurus MUI Cikarang Barat, di Kantor Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Rabu (2/12). ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sebanyak 40 orang pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Cikarang Barat (Cikbar) masa hikmat 2020-2025, resmi dilantik oleh pengurus MUI Kabupaten Bekasi.

“Kepengurusan MUI Cikarang Barat sudah terbentuk sejak tanggal 3 Agustus 2020 lalu. Di mana, sebanyak 40 orang terpilih menjadi pengurus sudah dilantik,” ujar Wakil Ketua MUI Kecamatan Cikarang Barat, M. Shalahuddin kepada Radar Bekasi, Rabu (2/12).

Menurutnya, penunjukan kepengurusan ini hasil kesepakatan dari beberapa unsur, mulai dari Demisioner Ketua dan Sekretaris MUI Cikarang Barat, kemudian perwakilan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan, unsur organisasi kemasyarakatan, serta tokoh masyarakat.

“Penunjukan para pengurus MUI Cikarang Barat ini, atas kesepakatan beberapa unsur. Jumlahnya sekitar tujuh orang yang menentukan kepengurusan,” terang Salahuddin.

Pria yang juga menjabat sebagai Kepala SDIT Nurul Fajri ini menyampaikan, para pengurus yang terpilih sudah menjadi ustad maupun ulama, di lingkungan-nya masing-masing. Artinya, sudah sering berdakwa atau ceramah dari sebelumnya.

Kemudian untuk langkah yang akan dilakukan setelah resmi dilantik, ia berharap agar menjalankan program-program yang akan dikeluarkan oleh MUI Pusat. “Kami akan menjalankan program kerja yang disampaikan pusat, melalui MUI Kabupaten Bekasi,” jelasnya.

Di tempat yang sama, unsur Pimpinan MUI Kabupaten Bekasi, Imam Mulyana menambahkan, pelantikan kepengurusan MUI di tingkat kecamatan memang sedang dilakukan.

“Memang saat ini, pengurus MUI di setiap kecamatan sedang dilakukan proses pelantikan, dan rencananya sampai bulan Januari 2021, kami akan berkeliling ke 23 kecamatan,” beber Salahuddin.

Lanjut pria yang menjabat sebagai Ketua DMI Kabupaten Bekasi ini, bisa menjadi payung di tengah-tengah masyarakat, dengan memberikan fatwa-fatwa maupun dakwa yang disampaikan dengan sejuk, sehingga tidak memprovokasi umat.

“MUI ini sebagai payung masyarakat, harus ada di tengah-tengah masyarakat. Apa yang dibutuhkan masyarakat, sampaikan dengan sesuai ajaran Nabi Muhammad SAW. Dan para ulama harus berperan,” imbuhnya. (pra)

Related Articles

Back to top button