Metropolis

Damkar Tambah Armada Baru

ILUSTRASI: Petugas Damkar mengecek kesiapan armada di Mako Damkar Perumnas Satu, Bekasi Selatan, beberapa waktu lalu. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kota Bekasi mendapat tambahan tiga unit armada baru sebagai fasilitas penanganan kebakaran di Kota Bekasi.

Tiga unit armada itu diantaranya mobil pemadam kebakaran Ayaxx dengan daya angkut air hingga 3.000 liter serta satu unit mobil tim rescue untuk mengangkut perlengkapan pemadam.

Kepala Disdamkar Kota Bekasi, Aceng Solahudin mengaku, armada pemadam memang menjadi kebutuhan mendesak di tengah kondisi sejumlah armada yang tak laik pakai.

“Saat ini penambahan unit membuat mobil kita menjadi 17 unit ya. Karena sebelumnya kita hanya memiliki 14 unit,” kata Aceng sapaan akrabnya ketika dihubungi Radar Bekasi, Kamis (3/12).

Lanjut Aceng, dari 14 armada yang dimiliki beberapa unit tidak bisa lagi digunakan. Pihaknya akan mengajukan surat untuk dihapus.

“Ada dua ya yang sudah tidak terpakai, nanti akan kita ajukan untuk dihapus. Karena kalau di gunakan nanti menimbulkan masalah,” ucapnya.

Sejauh ini tiga unit armada baru dengan anggaran Rp 2,8 miliar itu belum berada di markas Disdamkar. “Karena tiga unit mobil tersebut belum datang sehingga di kita masih ada 14 unit ya,” tambahnya.

Dengan adanya tambahan armada baru diharapkan penanganan kebakaran di wilayah Kota Bekasi bisa lebih cepat.

“Karena prinsipnya, dalam memenuhi response time harus didukung oleh beberapa indikator di antaranya armada, jumlah personel, jumlah sektor itu sangat berpengaruh. Dilengkapi dengan alat-alat insfratruktur Damkar lainnya,” terangnya.

“Kalau sekarang response time kita 80,1 persen, ya tahun depan bisa menjadi 90 persen,” tukasnya.

Sementara Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi dari Fraksi Golkar, Dariyanto mengatakan, penambahan armada baru Damkar mendesak menyusul semakin pesatnya pembangunan, sehingga sarana prasarana harus menyesuaikan.

“Kita butuh itu karena di Kota Bekasi sudah banyak bermunculan gedung-gedung tinggi. Dan itu menjadi standar Damkar sendiri, karena kalau yang kebakaran di lantai 20 kalau tidak punya unit long up gimana,” katanya.

Maka dari itu, dirinya menilai unit tersebut menjadi kebutuhan masyarakat. Dengan adanya Alat Pelindung Diri (APD) unit tersebut maka akan menjadi standar pelayanan minimum keselamatan bagi petugas.

“Jangan sampai juga, kita mementingkan masyarakat, tapi kita juga menjaga kepentingan si petugas salah satunya APD untuk disiapkan agar pemadaman tidak terbengkalaikan dan tidak ada yang di rugikan,” tukasnya. (pay)

Related Articles

Back to top button