Dukung AKB, Pemkab Bangun Infrastruktur Sekolah

FOTO BERSAMA: Jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Bidang Bangunan Negara Dinas Cipta Kerja dan Tata Ruang, foto bersama saat meninjau bangunan infrastruktur dan prasana pendidikan di Kabupaten Bekasi. IST/RADAR BEKASI
FOTO BERSAMA: Jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Bidang Bangunan Negara Dinas Cipta Kerja dan Tata Ruang, foto bersama saat meninjau bangunan infrastruktur dan prasana pendidikan di Kabupaten Bekasi. IST/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Dalam rangka mendukung Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di masa pandemi Covid-19, sekaligus mempertahankan Kabupaten Sehat tahun 2021, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi melalui Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR), mulai menyelesaikan proses pembangunan sejumlah infrastruktur, khususunya sarana prasarana pendidikan.

Sekadar diketahui, komitmen Pemkab Bekasi ini selaras dengan program Kabupaten/Kota Sehat yang digalakkan Menteri Kesehatan bersama Menteri Dalam Negeri dalam penghargaan Swasti Saba. Termasuk untuk mempertahankan apa yang pernah di dapat pada 2019 lalu. Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja menerima penghargaan Swasti Saba Padapa bersama 177 bupati/wali kota dan enam gubernur lain.


Berbekal hal tersebut, Pemkab Bekasi menargetkan prestasi serupa pada ajang dua tahunan itu yang dinilai kembali pada tahun 2021.

BANGUNAN TOILET: Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang membangun toilet di sejumlah sekolah untuk membiasakan hidup bersih dan persiapan belajar tatap muka anak sekolah. IST/RADAR BEKASI

Salah satu upaya untuk mewujudkan komitmen tersebut, diantaranya dengan mengubah perilaku hidup sehat di lingkungan sekolah. Melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2020, Pemkab Bekasi mengalokasikan pembangunan toilet secara massal di setiap Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP).


Berdasarkan data Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang, terdapat 488 toilet yang dibangun di setiap sekolah dengan anggaran mencapai Rp98 miliar. Ditargetkan, pembangunan toilet secara massal ini selesai pada pertengahan Desember tahun ini.

“Jadi ini sebagai salah satu bentuk komitmen pemerintah mendukung program KKS atau kabupaten Kota Sehat. Totalnya ada 488 sekolah yang WC atau toiletnya dibangun tersebar di 23 kecamatan,” ujar Kepala Bidang Bangunan Negara, Benny Sugiarto Prawiro.

Pembangunan toilet ini dilakukan dengan menerapkan AKB. Sehingga dengan membiasakan hidup bersih, didukung dengan sarana dan prasarana serta fasilitas untuk anak didik ketika tatap muka untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) diterapkan.

Dengan anggaran tersebut, nantinya toilet akan dibangun dengan ukuran dimensi 3.6 x 3,5 = 12,25 meter. Dikemudian nanti juga akan dilengkapi fasilitas berupa, urinoir dua unit, kloset jongkok dua unit, wastafel dinding dua unit, wastafel standing kran injak lima unit.

Kemudian, ground water tank satu unit, toren satu unit, biofilter septicktank satu unit, pompa dua unit, menara tom satu unit.

Sementara untuk design toilet, menggunakan ornamen Betawi yang menandakan untuk kearifan lokal Bekasi. Untuk penutup atap rangka baja ringan onduline, menggunakan penutup plafond, menggunakan lisplank, dan juga dilengkapi untuk tempat wudhu tiga kran.

“Dengan item pelengkap fasilitas ini, untuk mendukung konsep new normal dengan menggunakan mekanisme keran injak. Wastafel ini bukan cuma dipasang di toilet, tapi juga di sekitar area sekolah. Jadi sebelum masuk sekolah, para siswa cuci tangan dulu,” terangnya.

FASILITAS WASTAFEL: Sejumlah fasilitas cuci tangan (wastafel) disediakan oleh Dinas Cipta Kerja dan Tata Ruang di salah satu sekolah untuk membiasakan anak didik mencuci tangan. IST/RADAR BEKASI

Untuk menjaga ketersediaan air, lanjut Benny, maka digunakan dua sistem tempat penyimpanan, yaitu dengan menggunakan ground water tank atau GWT kapasitas 1.000 liter, dan juga water torn kapasitas 1.050 liter. “Sedangkan untuk kelancaran distribusi air, digunakan dua unit pompa air,” ucapnya.

Kepala Seksi Perencanaan Bangunan Negara, Augusta Danny Indrayana menambahkan, setiap toilet menggunakan septic tank biofilter, di mana ruang di dalamnya selain untuk menampung kotoran, juga berfungsi sebagai media filtrasi dengan menggunakan media cell dan bakteri.

“Jadi itu bersifat mengurai limbah. Sehingga septic tank biofilter ini akan lebih ramah lingkungan, jika dibandingkan dengan septic tank konvensional,” bebernya.

Kemudian untuk menunjang proses KBM, lanjut Danny, DCKTR dialokasikan sedikitnya Rp 192.250.000.000 melalui APBD Pemkab Bekasi tahun 2021 untuk pembangunan ratusan ruang belajar di sekolah pada 2021.

Anggaran itu merupakan bagian dari rencana pembangunan sekolah secara massif untuk menunjang mutu pendidikan.

Jumlah itu terdiri dari pembangunan Unit Sekolah Baru (UKB), rehabilitasi sedang dan berat, ruang kelas hingga pembangunan saran dan pra sarana serta utilitas sekolah.

Kepala Bidang Bangunan Negara Dinas Cipta Kerja dan Tata Ruang, Benny Sugiarto Prawiro.

“Pendidikan tentunya masih menjadi prioritas kami untuk dibangun. Termasuk dengan kesehatan juga, karena kan sudah menjadi kebutuhan wajib. Maka kami tentu ingin memastikan, bagaimana anak-anak kita sekolah dengan nyaman di ruang-ruang kelas yang diperbaiki ini,” tuturnya.

Rencana pembangunan empat USB, baik untuk sekolah dasar maupun menengah pertama, sebesar Rp24 miliar. Nantinya, setiap USB akan terdiri dari 12 ruangan, baik ruang belajar maupun sarana lain-nya.

Kemudian, anggaran tersebut pun dialokasikan untuk pembangunan 64 ruang kelas baru yang terdapat di 13 lokasi SD. Rencana anggaran untuk pembangunan ini mencapai Rp31,8 miliar. Lalu pembangunan serupa pun disiapkan bagi 12 ruang kelas di tiga SMP dengan anggaran Rp5,4 miliar.

Dijelaskan Agusta, rencana pembangunan tersebut merupakan hasil usulan dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bekasi. Usulan itu berasal dari pengajuan tiap-tiap sekolah yang kemudian dibahas bersama DPRD.

“Maka dari usulan Disdik, kemudian dimasukkan dalam APDB oleh Bappeda. Sehingga kami sebagai dinas teknis bertugas membangun dengan usulan tersebut,” tandasnya.

Selain sekolah dan ruang kelas baru, Pemkab Bekasi pun berencana membangun sarana, prasarana dan utilitas di SD sebanyak 29 unit dengan anggaran Rp 7,6 miliar dan di SMP sebanyak 7 unit dengan anggaran Rp1,2 miliar.

Mayoritas anggaran pembangunan tahun depan difokuskan pada rehabilitasi ruang kelas yang rusak berat maupun sedang. “Ada total 243 ruang kelas di SD yang bakal kami rehab dan 61 ruang kelas di SMP yang juga diperbaiki,” jelasnya.

Sedikitnya, Rp97,7 miliar disiapkan untuk merehabilitasi 243 ruang kelas di 56 SD yang rusak sedang dan berat. Sedangkan untuk merehabilitasi 61 ruang kelas di 13 SMP, anggaran yang disiapkan sebanyak Rp24,5 miliar.

“Sesuai dengan arahan Pak Bupati, di mana pendidikan menjadi sektor yang diutamakan, sehingga pembangunan sekolah menjadi prioritas,” pungkasnya. (and/*)