Berita Bekasi Nomor Satu

SMK Dapat Persetujuan Orangtua, SMA Masih Menunggu

SMK
ILUSTRASI: Guru SMK mengajar di kelas sebelum masa pandemi. Dok
SMK
ILUSTRASI: Guru SMK mengajar di kelas sebelum masa pandemi. Dok

RADARBEKASI.ID, BEKASI – SMK di Kabupaten Bekasi telah mendapatkan persetujuan dari orangtua murid untuk melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) pada semester genap tahun ajaran 2020/2021 di masa pandemi Covid-19. Namun, SMA sebaliknya lantaran masih menunggu izin dari wali murid tersebut.

Persetujuan orangtua siswa merupakan syarat utama sekolah untuk bisa melaksanakan KBM. Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Kabupaten Bekasi Nopriandi mengatakan, bahwa 90 persen SMK sudah mendapatkan izin dari orangtua melalui komite mengenai pelaksanaan KBM di masa pandemi.

“Kita sudah mengantongi izin orangtua,” ujar Nopriandi kepada Radar Bekasi, Kamis (17/12).

Ia memastikan, sarana dan prasarana protokol kesehatan sekolah di masa pandemi sudah terpenuhi. Oleh karena itu, KBM secara tatap muka siap dilaksanakan.

“Persiapan sesuai protokoler kesehatan sudah terpenuhi,” ucapnya.

Kini, satuan pendidikan hanya menunggu izin dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat melalui Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah III. Menurutnya, sekolah harus mengajukan pelaksanaan KBM kepada KCD.

Dalam pengajuan, satuan pendidikan mengisi form daftar periksa sesuai protokol kesehatan. Adapun batas akhir waktu proses ini sampai akhir Desember 2020.

“Form harus diisi secara daring,” ucapnya. Hal tersebut sudah disampaikan MKKS SMK kepada para kepala sekolah saat sosialisasi yang berlangsung belum lama ini.

Sekretaris Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kabupaten Bekasi Akhmad Sayuti mengatakan, pada minggu lalu pihaknya telah mengikuti rapat bersama dengan Disdik Provinsi Jawa Barat. Dalam kesempatan itu, pihak SMA baru diberikan tampilan draf terkait pedoman KBM.

Diakuinya, saat ini tingkat SMA masih menunggu izin dari para orangtua siswa. “SMA sedikit berbeda dengan SMK. Kalo untuk tingkat SMK kan ada praktik, jadi mereka lebih cepat mendapatkan izin dari orangtua. Kalo kami SMA masih menunggu,” pungkasnya. (dew)

Solverwp- WordPress Theme and Plugin