Belasan Event Dibatalkan

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sejumlah event yang akan dilaksanakan pada malam pergantian tahun, terpaksa dibatalkan menyusul pengetatan aktivitas masyarakat sejak 18 Desember 2020 hingga 8 Januari 2021 mendatang. Hal ini membuat pemilik dan pengelola tempat usaha terancam kehilangan omset bisnis pada momen malam tahun baru.

Satu hari sebelum pengetatan aktivitas masyarakat di akhir tahun, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) telah mengeluarkan intruksi bersama. Surat instruksi bersama tersebut mengatur pembatasan aktivitas ibadah pada Hari Raya Natal sesuai Protokol Kesehatan (Prokes), pembatasan aktivitas masyarakat di luar rumah, pembatasan jam operasional usaha lebih singkat, hingga larangan menggelar perayaan malam pergantian tahun.


Salah satu event besar yang batal dilaksanakan adalah Jackloth di Lagoon Avenue Mall. Ditambah dengan event pada malam pergantian tahun yang biasa dilaksanakan di sejumlah restoran dan hotel , serta pusat perbelanjaan lain seperti live dan konser musik, hingga pesta kembang api.

Event pakaian yang terkenal di Jakarta ini rencananya berlangsung 10 hari ini terpaksa diundur satu tahun mendatang.”Ya ada (event yang dibatalkan), jackloth seharusnya tapi dari pihak jackloth dan postpone di tahun depan. Rencana 22 sampai 31 Desember seharusnya,” terang Public Relation Lagoon Avenue Mall, Deansa Putri kepada Radar Bekasi, Senin (28/12).


Puncak event yang bertepatan dengan malam pergantian tahun ini akan diisi dengan perayaan kembang api seperti yang rutin dilaksanakan tiap tahun. Event reguler tahunan biasa dilaksanakan oleh pusat perbelanjaan pada beberapa momentum, diantaranya Hari Raya Natal dan Bulan Ramadhan.

Jackloth terbilang bukan event yang bisa rutin diselenggarakan di setiap pusat perbelanjaan. Tahun-tahun sebelumnya hanya menggelar konser musik dan bazar pakaian, ditutup dengan pesta kembang api pada malam pergantian tahun.”Biasanya kami ada event yang besar mengundang band atau penyanyi artis ibu kota dan rangkaian acara lainnya,” tambahnya.

Dipastikan tahun ini tidak ada event apapun lantaran pandemi, ditambah keluar kebijakan dari Pemerintah Kota Bekasi. Hal serupa juga dilakukan oleh pengelola hotel. Pada tahun-tahun sebelumnya, pengelola hotel biasa menyewakan kamar dengan paket malam akhir tahun. Kamar disewakan berikut dengan fasilitas breakfast, dinner, fruit basket, dan live music.

Bermodal paket kamar dengan hiburan pada malam pergantian tahun ini, dari sisi bisnis tingkat hunian kamar bisa mencapai 80 persen.”Untuk tanggal 31 Desember ini kita tidak ada event special seperti tahun-tahun sebelumnya, hanya penjualan kamar normal seperti hari-hari biasa,” terang General Manager The Green Hotel, Asep Hermawan.

Malam pergantian tahun disebut sebagai satu-satunya momen untuk meningkatkan hunian kamar. Sementara selama perjalanann masa pandemi, tingkat hunian menurun drastis. Diprediksi malam pergantian tahun, hunian hotel akan bernasib sama.”Tahun ini sepertinya akan menurun drastis, karena tamu hotel juga merasa khawatir karena ada himbauan dari pemerintah pusat dan daerah, larangan untuk perayaan tahun baru,” tukasnya.

Sebelumnya, disaat bersamaan dengan keluarnya surat intruksi bersama, salah satu cafe di kawasan galaxy juga mengaku telah memutuska untuk tidak menyelenggarakan perayaan pergantian tahun. Kafe disebut akan beroperasi seperti biasa seperti malam biasanya dengan jam operasional lebih singkat, hingga pukul 19.)0 WIB.

Di tempat terpisah, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Bekasi, Abdul Rasyad menyebut perayaan malam pergantian tahun di hotel dan restoran hanya dengan kegiatan rutin tahunan yang biasa dilakukan. Namun, untuk tahun ini dipastikan tidak ada perayaan dalam bentuk promo maupun hiburan serupa.

“Terus situasi sekarang ini juga nggak mungkin untuk melakukan itu, apalagi terkait dengan regulasi, kami tidak kaget (dengan pembatasan yang sudah dilakukan sejak awal pandemi),” ungkapnya.

Hasil evaluasi anggota PHRI Kota Bekasi, tingkat hunian justru meningkat pada satu bulan menjelang malam pergantian tahun. Namun hal itu tidak lagi terlihat pada tahun 2020 ini.

Tingkat okupansi hotel bulan Desember ini hanya berkisar 50 persen, iklim bisnis hotel disebut semakin menurun dalam situasi pandemi. Ditambah dengan penyewaan apartemen sebagai tempat penginapan, dengan tarif lebih murah dibandingkan hotel.”Saat situasi seperti ini tidak ada perubahan apa-apa, kemarin saya tanya juga landai-landai saja (tingkat okupansi kamar). Nggak ada yang dibatalin, dan memang nggak ada yang mengadakan acara itu,” tukasnya.

Menjelang pergantian tahun, berbagai pengumuman event perayaan malam pergantian tahun sudah tersebar kepada masyarakat, baik dalam bentuk baliho hingga selembaran kertas. Namun, situasi tersebut berbeda pada tahun ini.

Kerumunan pada malam pergantian tahun memang dikhawatirkan oleh sejumlah pihak, terlebih melihat peningkatan jumlah pasien terkonfirmasi Covid-19 dan tingkat okupansi rumah sakit. Perubahan perilaku masyarakat diharapkan terutama oleh tenaga kesehatan dalam menyikapi Covid-19 pada tahun 2021 mendatang.

“Kalau lihat dayanya ini semakin terisi, sisa bed (tempat tidur) yang tadinya 200an sekarang 100an, artinya kan keterisiannya tinggi,” ungkap Ketua Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) Kota Bekasi, Eko Nugroho.

Terkait dengan ketersediaan ruang rawat khusus pasien Covid-19, menurutnya menjadi perhatian pemerintah bersama dengan seluruh rumah sakit. Pihaknya juga telah berusaha untuk menambah jumlah tempat tidur di rumah sakit swasta. (sur)