Tambah Poin Prokes

RAZIA PROKES: Pengunjung dilakukan tes cepat (Rapid Test) di Alun-alun Kota Bekasi, Sabtu (26/12) malam ketika razia penerapan Protokol Kesehatan pencegahan Covid-19. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI.
RAZIA PROKES: Pengunjung dilakukan tes cepat (Rapid Test) di Alun-alun Kota Bekasi, Sabtu (26/12) malam ketika razia penerapan Protokol Kesehatan pencegahan Covid-19. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi mencatat tingkat penyebaaran kasus Covid-19 di wilayah Kota Bekasi sudah mencapai 15.009 kasus.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menegaskan, Pemkot Bekasi mengupayakan peningkatan protokol kesehatan di masyarakat dengan adanya penambahan poin yang harus dipatuhi bersama.


Pemkot Bekasi mendorong penerapan protokol kesehatan berupa pengguaanan masker, menjaga jarak, mencuci tangan serta tambahan poin menghindari kerumunan (4M).

“Pada saat ini kami upayakan pencegahan penyebaran Covid-19 dengan protokol kesehatan 4M,” kata Pepen sapaan akrabnya, kepada awak media saat ditemui di Stadion Patriot Candrabhaga Jalan A Yani Kecamatan Bekasi Selatan Kota Bekasi, Selasa (29/12).


Penambahan protokol kesehatan itu, dikatakannya, ketika dirinya mendapatkan penghargaan inovatif dari kementerian dalam negeri terkait penanganan Covid-19 di Kota Bekasi.

“Jadi penambahan pencegahan dari 3M menjadi 4M itu saya tambah satu dalam protokol kesehatan. Dengan hal itu saya dapatkan ketika

menerima penghargaan terinovatif oleh Mendagri terkait penanganan Covid-19,” jelasnya.

Selain itu, adanya penambahan protokol kesehatan tersebut, diharapkan nantinya masyarakat lebih mampu menjaga diri dan memperhatikan setiap protokol kesehatan guna mengantisipasi terjadinya penyebaran Covid-19.

“Saya harap dengan penambahan Prokes dari 3M ke 4M dapat mengantisipasi lebih baik lagi,” ungkapnya.

Sementara dilansir dari laman website resmi milik Pemerintah Kota Bekasi di
corona.bekasikota.go.id pada Selasa (29/12) angka penyebaran Kasus Covid-19 di Kota Bekasi sudah mencapai 15.009 kasus.

Dengan pasien aktif sebanyak 813 orang, serta bagi angka kesembuhan pasien sebanyak 13.952 orang dan angka kematian sebanyak 244 orang. (pay)