Berita UtamaPendidikan

Sosialisasi Bataru Belum Sampai ke Sekolah

SDN Jatiasih XI Kota Bekasi
ILUSTRASI: Warga melintas di depan SDN Jatiasih XI Kota Bekasi. Sosialisasi program Bakti Padamu Negeri (Bataru) belum sampai ke sekolah di Kota dan Kabupaten Bekasi. FOTO: DEWI WARDAH

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sosialisasi program Bakti Padamu Negeri (Bataru) belum sampai ke sekolah di Kota dan Kabupaten Bekasi. Informasi jelas mengenai program fasilitas kredit rumah subsidi bagi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) ini dinantikan segera.

Sekretaris Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kabupaten Bekasi Sayuti mengatakan, sosalisasi program Bataru belum sampai ke sekolah di wilayahnya.

“Sosialisasinya secara detail dan menyeluruh belum sampai di tingkat SMA Kabupaten Bekasi,” ujar Akhmad Sayuti kepada Radar Bekasi, Kamis (25/2).

Padahal, program itu sudah diluncurkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada November 2020 lalu. Namun demikian, Sayuti sudah mengetahui Bataru meskipun hanya sekadar,

“Secara garis besar kalo Pemprov Jawa Barat mau bangun dan mengadakan program ini sudah tahu. Tapi untuk detail terkait teknis pengajuannya kami belum tahu karena belum ada sosialisasinya,” tuturnya.

Menurutnya, di Kabupaten Bekasi masih terdapat sebagian guru tingkat SMA belum memiliki rumah sendiri. Khusunya bagi tenaga pendidik berstatus non PNS.

“Kayaknya masih ada yang rumahnya ngontrak, khusunya bagi guru yang berstatus honorer,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakannya, program Bataru cukup membantu GTK agar dapat memiliki rumah. Apalagi dengan cicilan yang ringan mulai dari Rp900 ribu per bulan.

“Tentu akan sangat membantu, apalagi bagi guru yang masih ngontrak. Dengan cicilan yang sangat ringan, ini merupakan program yang baik,” ucapnya.

Hal senada disampaikan Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Jatiasih Kota Bekasi Hendrawati. Bahkan, dirinya tak mengetahui tentang program Bataru.

“Saya secara pribadi justru belum mengetahui program Bataru ini. Karena belum ada sosialisasi yang sampai untuk tingkat SD di Jatiasih,” ujarnya.

Namun demikian, dirinya menyambut baik jika program itu diperuntukan untuk memudahkan GTK memiliki rumah. Ia pun berharap agar sosialisasi dari pihak terkait dapat segera dilakukan.

“Bagus banget, support saya dengan program ini. Tapi memang sosialisasinya belum sampai, sehingga kami belum tahu programnya itu seperti apa dan cara untuk bisa mengikuti program itu bagaimana,” ucapnya.

Saat ini, menurutnya masih banyak guru khususnya tenaga pendidik muda, yang belum memiliki rumah. Jika sosialisasi cepat disampaikan, ia meyakini guru antusias.

“Masih banyak guru muda yang belum memiliki rumah sendiri, kalo sosialisasinya sudah sampai mungkin akan mendapatkan respon yang bagus. Karena ini program yang cukup baik,” pungkasnya. (dew)

Related Articles

Back to top button