Berita Bekasi Nomor Satu

Sejumlah SD di Kabupaten Bekasi Harus Digabung Ikuti TKA

TKA: Sejumlah siswa SDN saat mengikuti TKA, baru-baru ini, Sejumlah SDN di Kabupaten Bekasi harus dilakukan penggabungan selama mengikuti TKA karena keterbatasan fasilitas. FOTO: ISTIMEWA

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sejumlah sekolah dasar negeri (SDN) di Kabupaten Bekasi harus dilakukan penggabungan selama mengikuti Tes Kompetensi Akademik (TKA) karena keterbatasan fasilitas.

“Jadi kami memaksimalkan fasilitas dan infrastruktur di setiap satuan pendidikan. Tujuannya adalah program TKA bisa berjalan dengan baik dan lancar,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Imam Faturochman.

Ia menjelaskan, salah satu syarat pelaksanaan TKA adalah ketersediaan perangkat seperti laptop atau komputer yang digunakan untuk mengerjakan soal Bahasa Indonesia dan Matematika.

Menurut Imam, tahun ini merupakan kali pertama pelaksanaan TKA di tingkat sekolah dasar, sehingga masih ditemukan sejumlah kendala teknis di lapangan. Evaluasi pun akan dilakukan sebagai bahan perbaikan ke depan.

“Tentunya hal tersebut menjadi catatan kami untuk persiapan lebih baik lagi pada tahun depan,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala SDN 01 Telaga Murni, Aini, mengungkapkan sekolahnya menjadi salah satu lokasi pelaksanaan TKA bagi siswa dari SDN 05 Telaga Murni. Karena keterbatasan fasilitas, pelaksanaan ujian dilakukan secara bergantian.

“Jadi bergantian. Sebelumnya murid kami yang mengikuti, lalu berganti hari murid dari sekolah lain. Karena keterbatasan fasilitas, ujian harus bergantian,” ujarnya.

Meski harus berbagi fasilitas, pihak sekolah memastikan pelaksanaan TKA tetap berjalan tertib dan sesuai jadwal tanpa mengurangi kualitas pelaksanaan ujian bagi siswa.

“Namun tidak mengganggu proses ujian bagi peserta didik,” ujarnya. (and)