Bekasi

Zona Hijau Baru di 300 RT

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pekan ini, 300 lingkungan Rukun Tetangga (RT) di Kota Bekasi turun status zona risiko penyebaran, dari zona kuning menjadi zona hijau. Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sejak beberapa pekan lalu mulai memberikan dampak penurunan penyebaran Covid-19.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Bekasi, Rahmat Effendi menyampaikan hasil evaluasi di wilayahnya. Lima wilayah kecamatan masih disampaikan menjadi wilayah dengan penyebaran kasus tertinggi.

Lima wilayah tersebut yakni Kecamatan Bekasi Timur, Bekasi Utara, Bekasi Barat, Bekasi Selatan, dan Jatisampurna. Sementara wilayah kelurahannya yakni Durenjaya, Harapan Jaya, Bintara, Kayuringin Jaya, dan Jatisampurna.

“Minggu kemarin (zona kuning) 952 RT, seminggu ini turun jadi 647, jadi pelandaian. Ini tidak bisa dibohongi tuh, tracing, treatment, sampai masuk kepada PPKM Mikronya sedemikian rupa,” katanya, Senin (15/3).

Hubungan terhadap penurunan penyebaran Covid-19 di wilayahnya berdampak pada rasio angka kesembuhan konsisten diatas 95 persen, dan angka kematian 1,3 persen. Hanya saja, positifity rate masih berada diangka 22 persen, ada 1.800 kasus positif di 647 wilayah RT dengan status zona kuning.

Penyebaran kasus memungkinkan untuk ditekan, tapi tidak selesai sampai bersih. Hal ini dilatarbelakangi oleh salah satu faktornya yakni mobilitas masyarakat untuk melakukan kegiatan di ibu kota masih tinggi, 60 persen dari 2,5 juta warga Kota Bekasi melaksanakan kegiatan sehari-hari di DKI Jakarta.

Keterisian RS dapat dilihat dari tingkat keterisian tempat tidur saat ini diangka 60,06 persen, setelah sebelumnya menyentuh 80 persen. Rumah Sakit Darurat Stadion Patriot Candrabhaga saat ini terdata ada sembilan pasien dari total kapasitas 112 tempat tidur.

Sementara di RSUD tipe D yang baru saja di buka di Bekasi Utara hanya ada 4 pasien dari total kapasitas 100 tempat tidur. Tiga RSUD tipe D lainnya tercatat ada 30 pasien, RSUD Chasbullah Abdulmajid ada 144 pasien, dan RS Swasta ada 1.076 pasien.

“Seminggu kedepan kita ingin 5 kecamatan itu turun jadi 2 kecamatan, atau minimal di 5 kecamatan yang ada tapi turun jumlah pasiennya, artinya kan (Positifity) rate-nya juga turun,” tambahnya.

Terpisah, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyampaikan kabupaten dan kota di wilayahnya masih mempertahankan tidak ada yang berstatus zona merah. Pertumbuhan kasus dilaporkan menurun, 3 ribu desa yang sebelumnya berstatus zona merah, pekan ini menyisakan 137 desa, begitu juga di tingkat RT.

“Dari 80 ribu RT, Minggu lalu ada 3.500an RT status merah, sekarang tinggal 640,” paparnya dalam konfres melalui media sosial YouTube, senin kemarin.

Pada tingkat keterisian tempat tidur di RS, kemarin BOR dilaporkan 54 persen. Tingkat penularan Covid-19 pada tenaga kesehatan (nakes) ikut dilaporkan menurun setelah vaksinasi kepada kelompok sasaran Nakes pada tahap satu yang dimulai awal tahun kemarin.

Meskipun demikian, ia menyampaikan bahwa pihaknya masih akan memastikan sampai tidak ada lagi lingkungan terkecil di tengah masyarakat dengan peta resiko penyebaran tinggi. Langkah ini dilakukan dengan memperkuat testing, tracing, dan treatment melalui penguatan ruang isolasi ditingkat RT.”Jadi PPKM Mikro ini sangat pas, karena mengunci permasalahan di skala kecil, tanpa mengorbankan ke wilayah yang lebih luas,” tukasnya. (sur)

Related Articles

Back to top button