Berita UtamaPendidikan

Belum Semua SMK Gelar UKK

UKK
UKK: Pelaksanaan UKK di SMKN 1 Cikarang Selatan. Belum semua SMK di Kota dan Kabupaten Bekasi menggelar UKK bagi siswanya. FOTO: ISTIMEWA

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Belum semua SMK mulai menggelar Uji Kompetensi Keahlian (UKK) bagi siswanya. Sesuai jadwal, UKK dapat dilaksanakan oleh satuan pendidikan mulai 1 April — Juni 2021 mendatang.

Berdasarkan data yang dihimpun, SMK Negeri di Kabupaten Bekasi yang menggelar UKK berjumlah 13 dari 15 sekolah. Sedangkan SMK swasta sekitar 80 persen dari 179 sekolah yang ada.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Kabupaten Bekasi Nopriandi menyampaikan, bahwa pelaksanaan UKK ditentukan oleh satuan pendidikan masing-masing. Sesuai dengan kesiapan sekolah.

“Sesuai dengan edaran yang dibuat, UKK dimulai sejak 1 April sampai dengan pengumuman kelulusan yaitu sekitar Juni,” ujarnya kepada Radar Bekasi, Selasa (6/4).

Satuan pendidikan dapat melaksanakan UKK dengan kesiapan beberapa hal. Antara lain kesiapan infrastruktur protokol kesehatan, rekan mitra industri dan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dari masing-masing sekolah.

“Dapat melaksanakan UKK jika memang kesiapan sekolah sudah matang, kemudian kesiapan LSP dan mitra industrinya juga harus disesuaikan,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, terbatasnya waktu pelaksanaan pembelajaran praktik di sekolah selama masa pandemi Covid-19 menjadi kendala siswa untuk mengikuti UKK pada tahun ini. Kendati demikian, pendalaman materi yang diberikan dapat membantu siswa memahami materi pada saat pelaksanaan UKK.

“Kesulitannya di siswa saja, karena selama ini mereka kebanyakan belajar secara online. Waktunya sangat minim untuk latihan praktiknya,” tukasnya.

Sementara, Wakil Kepala SMK Bisnis dan Teknologi (Bistek) Bidang Kesiswaan Riono mengungkapkan, minimnya waktu praktik yang dilaksanakan siswa memang menjadi kendala saat pelaksanaan UKK tahun ini.

“Terbatasnya waktu praktik memang mempersulit siswa untuk memahami beberapa materi,” ucapnya.

Senada, pihaknya juga sudah memberikan pendalaman materi selama dua minggu lamanya. Terlebih, pendalaman materi menjadi syarat untuk siswa bisa mengikuti UKK pada tahun ini.

“Salah satu syarat siswa dapat mengikuti UKK, kehadiran mereka untuk pendalaman materi harus 100 persen. Karena jika mereka tidak hadir sudah pasti mereka kesulitan untuk melaksanakan UKK tahun ini,” tuturnya.

UKK akan diselenggarakan oleh SMK Bistek selama 3 hari mulai Selasa (6/4) sampai dengan Rabu (8/6). Sementara jumlah siswa yang mengikuti sebanyak 205 orang.

“Dalam waktu tiga hari ini, kami bagi per kelompok untuk pelaksanaan UKK karena sesuai dengan SOP prokes yang sudah kami buat,” ungkapnya.

Siswa SMK Bistek Kota Bekasi Marcell Praditya mengungkapkan, pendalaman materi yang diberikan oleh sekolah sangat membantunya ketika pelaksanaan UKK berlangsung.

“Pendalaman materi ini memang sangat membantu, karena jika tidak ada pendalaman kita pasti akan kesulitan untuk memahami matetinya. Karena untuk praktik di masa pandemi ini kami jarang sekali melaksanakannya secara langsung,” tuturnya.

Diakui, waktu yang cukup terbatas untuk mengikuti praktik di sekolah membuat beberapa materi sulit untuk dipahami. Oleh karenanya kebijakan sekolah untuk membuat pendalaman materi sangatlah membantunya.

“Meskipun kita menjalani UKK ini dengan adanya keterbatasan jarak dan waktu, kami tetap semangat untuk bisa lulus,” ungkapnya.

Ketua MKKS SMK Kota Bekasi Boan mengungkapkan, pihaknya tak melakukan pendataan sekolah yang melaksanakan UKK bagi siswanya. (dew)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button