Berita Bekasi Nomor Satu
Bekasi  

Bekasi Kebut Herd Immunity

Illustrasi : Petugas medis bersiap menyuntikan vaksin Sinovac saat vaksinasi massal di Stadion Patriot Candrabhaga Kota Bekasi, Kamis (1/7) lalu. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi baru saja menyelesaikan vaksinasi masal terakhir kepada 50 ribu sasaran di Stadion Patriot Candrabhaga, kemarin. Vaksinasi dalam upaya menuju Herd Immunity tersebut sempat mendapat kritikan karena mengundang kerumunan, kini akan dilakukan di masing-masing RW, Kelurahan, dan Kecamatan.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Heri Purnomo mengapresiasi Langkah yang diambil Pemkot Bekasi dalam upaya percepatan vaksinasi. Namun, dia mengaku khawatir dengan krumunan yang ditimbulkan dari vaksinasi masal tersebut.

“Jadi, memang kekhawatiran kami soal ada kerumunan dalam pelaksanaan vaksinasi ini kita lihat di awal masih terjadi, dan hal ini lah yang sebetulnya tidak kami kehendaki walau pun setelah itu sekitar pukul 08.00 WIB dapat teratasi oleh kerja keras petugas yang ada. Tapi, yang jelas dengan hal ini kami berharap ke depan program ini harus bisa dievaluasi,” kata legislator asal PDIP saat ditemui Radar Bekasi di gedung DPRD, Kamis (8/7).

Herpur, sapaan akrabnya menyebut, pihaknya mendorong agar kegiatan bisa dikembalikan ke wilayahnya masing-masing, yakni digelar di setiap kelurahan. ”Ya, intinya kita berharap kegiatan dilakukan dengan dipersempit lagi ke setiap kelurahan masing-masing, atau bahkan kalau bisa ke tingkat RT/RW untuk hindari kerumunan yang terjadi sehingga dikhawatirkan menimbulkan klaster baru,” Imbuhnya.

Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi memastikan bahwa setiap warga yang datang ke lokasi vaksinasi sudah dipastikan sehat dan bebas Covid-19, dibuktikan melalui skrining kesehatan di masing-masing wilayah sebelum pelaksanaan vaksinasi. Rahmat juga menjamin setiap orang yang datang ke area vaksinasi terus bergerak, tidak berkerumun, hingga menyelesaikan tahapan vaksinasi.

Pantauan Radar Bekasi selama pelaksanaan vaksinasi, ada petugas yang berjaga mengamankan arus lalu lintas, menjemput setiap orang yang datang untuk masuk ke area vaksinasi. Meskipun, dalam beberapa kesempatan ada warga yang didapati berkerumun, diantara mereka berada dalam satu kelompok, hingga berjalan berkelompok.

“Artinya yang datang kesini yang clear, tidak perlu khawatir ada cluster baru, tidak perlu khawatir nanti dianggap berkerumun, ini semua bergerak, dan Alhamdulillah sudah mulai cair, dan bisa kita selesaikan,” katanya di area vaksinasi, Kamis (8/7).

Setiap pelaksanaan vaksinasi massal, telah dibuat alur mulai dari kedatangan masyarakat yang akan mengikuti vaksinasi, hingga mereka meninggalkan lokasi. Jumlah vaksinator dan pembantunya disesuaikan dengan jumlah sasaran vaksin, terakhir jumlah vaksinator yang disertakan sebanyak 300 vaksinator, dengan 150 petugas pembantu vaksinator.

Dengan jumlah vaksinator dan sasaran tersebut, maka analisis yang telah dilakukan, setiap vaksinator akan memvaksin 166 sasaran. Dengan asumsi waktu yang dibutuhkan untuk menyuntik satu sasaran selama 30 detik, maka waktu normal yang dibutuhkan sampai dengan selesai hanya berkisar 1,5 jam.

Lebih lanjut, Rahmat menyampaikan vaksinasi berikutnya akan dilaksanakan di masing-masing wilayah. Jika pasokan vaksin tidak terganggu, ia menargetkan 1 juta sasaran vaksin dapat dicapai dalam waktu satu bulan kedepan.

“Setelah ini kita di kecamatan-kecamatan, di kelurahan, sampai ke posko di tingkat RW, ada 1.800 posko yang kita distribusi lebih cepat,” tambahnya.

Mempercepat penyelesaian vaksinasi, mempercepat herd immunity dengan 1,4 juta orang tervaksinasi, pihaknya berupaya untuk kembali meminta pasokan vaksin kepada pemerintah pusat. Sejauh ini tidak ada kendala dalam pelaksanaan vaksinasi, justru masyarakat kata Rahmat berduyun-duyun datang mendaftar sebagai sasaran vaksin.

Jumlah vaksin yang didapat saat ini disebut masih jauh dari kebutuhan untuk memvaksinasi 70 persen dari total populasi masyarakat, belum menyentuh 20 persen dari target mencapai herd immunity.

Catatan awal pekan kemarin, total masyarakat yang telah menerima suntikan dosis pertama sebanyak 210.315 sasaran, 13 diantaranya remaja, ditambah dengan pelaksanaan terakhir diperkirakan sebanyak 260.315 sasaran yang telah menerima dosis pertama. Sedangkan jumlah yang telah menerima dosis kedua sebanyak 116.004 sasaran. (mhf/sur)