Berita UtamaPendidikan

1.226 PAUD Gelar PTMT, Satu Kelas Maksimal Diisi Lima Siswa

SEMPROT DISINFEKTAN: Pengurus sekolah menyemprot disinfektan di lingkungan TK Islam Al Azhar 11 Kemang Pratama Kota Bekasi. Sejumlah 1.226 dari total 1.345 satuan pendidikan jenjang PAUD di Kota Bekasi menyelenggarakan PTMT mulai Senin (20/9). ISTIMEWA

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sejumlah 1.226 dari total 1.345 satuan pendidikan jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) di Kota Bekasi menyelenggarakan pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) mulai Senin (20/9). Kapasitas peserta didik pada pembelajaran era normal baru ini hanya diizinkan satu kelasnya maksimal diisi lima siswa.

Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi Krisman Irwandi menjelaskan, akhir pekan lalu merupakan hari terakhir usulan pelaksanaan PTMT jenjang PAUD.

“Jumat kemarin adalah hari terakhir pengusulan PTMT di tingkat PAUD, nah pada hari yang sama langsung kami tandatangani sekolah yang bisa melaksanakan PTMT pada 20 September ini,” ujarnya kepada Radar Bekasi, Sabtu (18/9).

Sekolah yang ditandatangani untuk diizinkan menyelenggarakan PTMT sejumlah 1.226 satuan pendidikan setingkat PAUD, TK, SPS, TPA, dan KB. Krisman mengingatkan agar seluruh warga satuan pendidikan dapat mematuhi protokol kesehatan.

“Pelaksanaan PTMT tingkat PAUD memang harus dilakukan dengan hati-hati, kami ingatkan kepada sekolah untuk menyiapkan betul-betul standar prokes sesuai dengan standar yang ada,” ujarnya.

Krisman menyampaikan, bahwa dalam satu kelas hanya dapat diisi maksimal lima siswa. Oleh karena itu, satuan pendidikan dapat mengatur jadwal per tiap rombel.

“Jadi maksimalnya dapat diisi oleh lima siswa, nah lebih lanjut sekolah harus membuat jadwal bergilir untuk pelaksanaan PTMT bagi siswa lainnya,” jelasnya.

Sementara, Guru TK Islam Al-Azhar 11 Kemang Pratama Kota Bekasi Ninik mengungkapkan, terkait penjadwalan masuk siswa sudah diatur oleh wali kelasnya masing-masing.

“Saat ini untuk jadwal kemasukan siswa sudah diatur. Karena maksimal lima siswa, jadi kami bagi per kelompok,” ungkapnya.

Ninik mencontohkan, misalnya terdapat 16 siswa dalam satu kelas, maka dibagi menjadi empat kelompok belajar. Masing-masing kelas diikuti oleh empat siswa.

“Jadi kelompok pertama akan mengikuti proses pembelajaran di kelas selama empat hari, yaitu Senin sampai dengan Kamis, dan seterusnya dilanjutkan pada kelompok kedua. Jadi satu kelompok itu pertemuannya dalam satu bulan hanya empat hari dan akan ketemu lagi pada bulan yang akan datang seperti itu,” terangnya.

Pada PTMT, proses pembelajaran hanya dapat dilakukan selama satu jam. Menurutnya, satuan pendidikan tempatnya mengajar sudah maksimal dalam mempersiapkan protokol kesehatan.

“Kami sudah melakukan persiapan semaksimal mungkin agar siswa datang dengan aman ke sekolah. Kami sebagai SDM pengajar juga sudah melakukan vaksin secara menyeluruh,” pungkasnya. (dew/oke)

Related Articles

Back to top button