RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pelaksanaan Car Free Day (CFD) atau Hari Bebas Kendaraan Bermotor di Kabupaten Bekasi hanya digelar delapan kali selama tahun ini. Keterbatasan anggaran menjadi penyebab utama pembatasan frekuensi tersebut
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi, Duarte Fernandes, mengatakan antusiasme warga pada uji coba CFD tahun lalu cukup tinggi. Kegiatan yang digelar setiap Minggu pagi itu menarik partisipasi masyarakat.
Ia mengatakan, DLH sempat mengusulkan agar CFD digelar minimal satu hingga dua kali setiap bulan sepanjang 2026. Usulan tersebut telah disampaikan kepada bupati dan sekretaris daerah.
Namun, rencana itu tak bisa direalisasikan karena keterbatasan anggaran. Pelaksanaan CFD membutuhkan anggaran, antara lain untuk pengelolaan kebersihan, operasional, hingga pengawasan.
“Tapi ternyata efisiensi. Jadi tahun ini kita adakan cuma delapan kali,” kata Duarte, Minggu (26/4).
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Bekasi juga menghadapi keterbatasan lokasi representatif untuk kegiatan tersebut. Karena itu, DLH menggandeng kawasan industri Jababeka dan Deltamas sebagai lokasi pelaksanaan.
“Dari dulu kita tidak ada tempat khusus untuk CFD. Tapi, alhamdulillah DLH bisa kolaborasi dengan kawasan Jababeka dan Deltamas,” katanya.
Ia menjelaskan, DLH menyiapkan skema jadwal bergantian di kedua lokasi. CFD di Jababeka direncanakan digelar pada minggu ketiga. Sementara di Deltamas pada minggu kedua atau ketiga setiap bulan.
“Minimal satu hari ini buat kita refreshing. Bukan hanya ke mall, tapi olahraga seperti ini. Itu kan membuat kesehatan masyarakat semakin bagus,” katanya.
Meski jumlah pelaksanaan berkurang, DLH berupaya meningkatkan kualitas layanan. CFD tidak hanya menjadi ruang olahraga, tetapi juga diintegrasikan dengan layanan administrasi publik seperti Samsat, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), serta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda). Layanan tersebut ditujukan untuk memudahkan warga yang memiliki keterbatasan waktu pada hari kerja.
“Dengan adanya stan pelayanan di lokasi olahraga, warga bisa mengurus dokumen kependudukan atau membayar pajak kendaraan sambil bersantai,” pungkasnya. (ris)











