Anies dan corona.jakarta.go.id Beda Jumlah Kematian Kasus Covid-19

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Foto: Jawa Pos
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Foto: Jawa Pos

RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Muncul perbedaan jumlah kematian akibat COVID-19 antara Gubernur DKI Anies Baswedan dan laman resmi “corona.jakarta.go.id”.
Laman milik Pemprov DKI ini menyebutkan terdapat satu kasus kematian pasien COVID-19 di wilayah Jakarta pada Kamis (7/10) kemarin.

Hal itu berbeda dengan pernyataan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menyatakan tidak ada satupun kematian pada Kamis.


Berdasarkan laporan pada Jumat pukul 15.49 WIB, laman pemantauan perkembangan COVID-19 di Jakarta tersebut, mengungkapkan bahwa ada satu kasus kematian di ibu kota pada Kamis.

Dengan penambahan tersebut, total pasien meninggal akibat virus berbahaya ini di Jakarta mencapai 13.541 jiwa. Sementara itu, kasus aktif bertambah 33 sehingga total jumlah penderita COVID-19 mencapai 1.701 kasus.


Kemudian pasien sembuh bertambah 115 orang dengan total 843.529 orang sembuh. Adapun angka kematian di Ibu Kota sebesar 1,6 persen dengan tingkat kesembuhan 98,2 persen dari total sebanyak 858.771 kasus.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta menyatakan untuk pertama kalinya sejak Juli 2021 mencatatkan tidak ada kasus kematian akibat COVID-19.

Kabar tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melalui akun resmi instagramnya @aniesbaswedan. “Sebuah hari yang patut disyukuri!” tulis Anies di laman Instagramnya, Kamis (7/10) malam.

Anies membeberkan bahwa pihaknya sama sekali tidak mendapat permintaan pelayanan pemakaman dengan protap COVID-19 di Ibukota selama 24 jam terakhir.

“Dalam 24 jam terakhir terdapat 0 permintaan pelayanan pemakaman protap covid-19 di DKI Jakarta (data Distamhut DKI sejak jam 18.00 kemarin sampai 18.00 hari ini). Alhamdulillah!,” ucapnya.(wsa)