RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi memperkuat kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin, menghadiri puncak Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana tingkat kabupaten di halaman Kantor BPBD Kabupaten Bekasi, Cikarang Pusat, Minggu (26/4).
Dalam sambutannya, Endin menyebut Kabupaten Bekasi termasuk daerah dengan tingkat kerawanan bencana hidrometeorologi yang cukup tinggi, seperti banjir, kekeringan, kebakaran, dan cuaca ekstrem. Kondisi itu menuntut kesiapan seluruh pihak, baik pemerintah maupun masyarakat.
Berdasarkan data BMKG, pada 2026 diperkirakan terjadi musim kemarau yang lebih kering dan panjang disertai potensi fenomena El Niño pada semester kedua dengan peluang 50 hingga 80 persen dan intensitas lemah hingga moderat.

“Prediksi ini tentu harus menjadi perhatian bersama karena berpotensi menimbulkan berbagai dampak, mulai dari kekeringan, krisis air bersih, kebakaran lahan, hingga gangguan terhadap sektor pertanian serta kondisi sosial ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, wilayah utara Kabupaten Bekasi tergolong rawan kekeringan. Kondisi tersebut diperparah tingginya kebutuhan air di kawasan industri dan permukiman padat. Di sisi lain, potensi banjir tetap perlu diwaspadai, terutama pada masa peralihan musim yang kerap memicu curah hujan tidak menentu.
Sebagai langkah antisipasi, Pemkab Bekasi bersama BPBD dan perangkat daerah melakukan berbagai upaya, mulai dari mitigasi, peningkatan kesiapsiagaan, hingga penanganan darurat dan pemulihan pascabencana. Upaya itu meliputi penyediaan air bersih, pembangunan sumur bor, sosialisasi penghematan air, serta pelatihan kebencanaan bagi masyarakat.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa keberhasilan penanggulangan bencana tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh masyarakat.
“Kami mengajak masyarakat untuk mulai menghemat penggunaan air, tidak melakukan pembakaran lahan, menyiapkan cadangan air, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana di lingkungan masing-masing,” tegasnya.
Sekretaris Daerah juga memberikan apresiasi kepada jajaran BPBD Kabupaten Bekasi atas berbagai langkah antisipatif yang telah dilakukan dalam menghadapi potensi bencana di daerah.
Selain itu, ia meminta para camat untuk segera melakukan pemetaan wilayah rawan kekeringan di masing-masing kecamatan sebagai dasar dalam menentukan langkah penanganan yang tepat dan cepat.
“Saya minta para camat untuk memetakan wilayah rawan kekeringan di daerahnya masing-masing, serta meningkatkan koordinasi dengan relawan dan pihak terkait agar potensi dampak dapat diminimalisir,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), dalam mendukung upaya mitigasi dan penanggulangan bencana.
“Kita perlu memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan melalui CSR, agar bersama-sama menjaga lingkungan dan mengantisipasi potensi bencana ke depan,” tambahnya.
Pada kegiatan tersebut dilaksanakan pemukulan kentongan dan penekanan sirine, pemberian piala pemenang lomba ketangkasan mendayung, serta bakti sosial, pemeriksaan kesehatan, donor darah, dan pemberian vitamin yang bekerja sama dengan PMI Kabupaten Bekasi.
Turut hadir pada kegiatan tersebut unsur Forkopimda, para Asisten, Kepala Perangkat Daerah, dan Camat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi, serta Kepala Desa Tangguh Bencana se-Kabupaten Bekasi dan relawan.(and/*)











