Bisnis

Danone Indonesia Buka Sentra Vaksinasi Bagi Pemulung dan Pengepul di TPA Sumur Batu

Tenaga kesehatan menyuntikkan dosin vaksin ke salah satu pengepul di TPA Sumur Batu Kota Bekasi. ISTIMEWA

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Danone Indonesia membuka sentra vaksinasi bagi pemulung dan pengepul di TPA Sumur Batu Kota Bekasi. Sentra vaksinasi ini dibuka bekerjasama dengan Pemerintah Kota Bekasi dan Asosiasi Pengepul dan Pemulung Indonesia (APPI).

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Danone Indonesia yang peduli terhadap kesehatan pemulung dan pengepul yang menjadi tulang punggung terciptanya ekonomi sirkular dalam menanggulangi sampah.

Sentra vaksinasi ini tersedia bagi 300 orang pemulung, pengepul dan masyarakat umum dengan kategori usia remaja hingga lansia yakni 12-70 tahun yang bertempat tinggal di sekitar TPA Sumur Batu dan sekitarnya. Vaksin yang diberikan adalah vaksin Sinovac dan Pfizer.

Menurut data Kemenkes hingga 26 Oktober 2021, warga Kota Bekasi yang sudah menerima vaksin dosis pertama mencapai 72 persen atau 1,45 juta orang dari target 2 juta. Sedangkan warga yang sudah lengkap dalam menerima suntikan vaksin atau sudah dua dosis mencapai 55 persen atau 1,12 juta orang dari target provinsi yaitu 2 juta penduduk. Hal tersebut selaras dengan bed occupancy rate (BOR) Kota Bekasi yang mencapai 1319 atau hanya sebesar 1,37 persen se Provinsi Jawa Barat.

Direktur Sustainable Development Danone Indonesia Karyanto Wibowo menyampaikan, bahwa ini merupakan kesekian kalinya Danone Indonesia jemput bola dengan membuka sentra vaksin bagi kelompok rentan.

Terakhir pada September lalu, Danone telah mengadakan acara serupa di TPA Rawa Kucing Tangerang. “Kali ini kami bekerja sama dengan Pemerintah Kota Bekasi dan APPI secepatnya ingin merealisasikan herd immunity kepada semua lapisan masyarakat terutama bagi kelompok rentan seperti pemulung dan pengepul yang berada di TPA Sumur Batu,” ujarnya.

Pemulung dan pengepul merupakan komunitas penting bagi Danone Indonesia dan juga industri daur ulang untuk menjalankan ekonomi sirkular yang berkesinambungan. Pemulung dan pengepul memiliki peran sentral yang patut diperhatikan, oleh karena itu menyediakan akses untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19 bagi mereka adalah hal yang sangat penting.

“Keterbatasan yang mereka hadapi harus kita bantu dengan memfasilitasi dan edukasi mengenai pemulihan ini,” imbuhnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi Yayan Yuliana mengatakan, guna meningkatkan capaian vaksinasi bagi semua lapisan masyarakat, penyelenggaraan vaksinasi tidak terbatas hanya di pusat kota saja. Radius sebaran sentra vaksinasi perlu diperluas hingga ke daerah minor sebagai bentuk pemerataan fasilitas kesehatan.

Menurutnya, banyak warga di Kecamatan Sumur Batu merupakan kelompok rentan, seperti pemulung dan pengepul yang memiliki interaksi tinggi dalam pengumpulan sampah dari rumah ke rumah. Hal tersebut membuat mereka berpotensi tinggi terpapar Covid-19.

“Kami mengapresiasi perusahaan swasta seperti Danone Indonesia yang mendukung program ini. Jadi tidak hanya di pusat kota saja, tetapi jemput bola dengan membuka sentra vaksinasi di TPA Sumur Batu,” ujar Yayan.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Asosiasi Pengepul dan Pemulung Indonesia Bagong Sutoyo mengatakan, kelompok rentan masih banyak yang merasa kesulitan mendapatkan vaksin karena minimnya akses kesehatan yang baik bagi mereka.

Dikatakan, kegiatan ini sangat membantu pemerataan vaksinasi bagi masyarakat kurang mampu. Pemulung dan pengepul memiliki keterbatasan informasi maupun mobilisasi untuk mendapatkan vaksin sesuai anjuran pemerintah.

“Kami harap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut di wilayah-wilayah lain agar semakin banyak kelompok rentan yang merasakan kemudahan mendapat akses kesehatan dan rasa aman,” ujarnya. (oke)

Related Articles

Back to top button