Metropolis

Blangko KTP-el Terbatas

RADARBEKASI.ID, BEKASI TIMUR –Terbatasnya blangko KTP-el membuat Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bekasi memberikan skala prioritas bagi pemohon pembuatan KTP-el.

 

Diketahui terbatasnya blangko KTP-el sudah diumumkan Disdukcapil sejak 1 November 2021, tindak lanjut dari informasi yang disampaikan Ditjen Dukcapil Kemendagri.

 

Dalam pemberitahuan nya keterbatasan blangko KTP-el, membuat proses cetak hanya diberikan kepada pemohon rekam baru KTP-el dengan status Print Ready Record (PRR).

 

Bagi pemohon lainnya, disarankan menghubungi operator Disdukcapil di masing-masing Kecamatan untuk dicetak dokumen biodata WNI sebagai bukti keabsahan dokumen kependudukan.

 

Kepala Disdukcapil Kota Bekasi, Taufik Rachmat Hidayat mengatakan, terbatasnya

blanko KTP elektronik terjadi di Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri hingga berdampak ke Disdukcapil Kota Bekasi.

 

“Kita sekarang melakukan pengaturan prioritas utama pencetakan KTP elektronik bagi warga yang sama sekali belum pernah rekam KTP. Sampai saat ini kita pun sedang menunggu ketersediaan blangko pada proses perubahan anggaran di Kementerian Dalam Negeri,” kata Taufik saat dihubungi Minggu (7/11).

 

Dia berharap agar Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri dapat  mendistribusikan kembali blangko KTP kepada Kota Bekasi.

 

“Semoga di bulan Desember sudah ada distribusi blangko kembali dari Ditjen Dukcapil Kemendagri,” ucapnya.

 

Ia juga menjelaskan, untuk jumlah prioritas ada 3.000 blangko yang diperuntukkan bagi 12 kecamatan serta Mall Pelayanan Publik (MPP). Sementara terkait stok Kemendagri saat ini sedang menunggu proses perubahan APBN. Diprediksi distribusi blangko kembali normal Desember mendatang.

 

Sejauh ini permintaan cetak KTP-el karena hilang, rusak dan ubah data terbilang tinggi.

Sehingga kata dia perlu ada pengendalian, mengingat KTP-el berlaku seumur hidup. Saat ini semakin besar permintaan dibandingkan dengan persediaan. ”Dengan skala 100 persen cetak KTP-el, yang rekam baru hanya 30 persen sementara sisanya 70 persen hilang rusak dan rubah data. Ya karena berlaku seumur hidup. Jangan sampai yang dijaga hanya SIM, NPWP, BPJS, Paspor dan ATM sementara KTP-el gampang bangat hilang dan rusak,” pungkasnya. (pay).

Related Articles

Back to top button