Politik

Tingkat Pengangguran Tinggi, Saran Bangun BLK, Dorong Anak Muda Kreatif Berbisnis

Bambang Purwanto, Anggota DPRD Kota Bekasi Fraksi PKS

RADARBEKASI, BEKASI TIMUR-Masalah pengangguran di Kota Bekasi menjadi perhatian Anggota DPRD Kota Bekasi Bambang Purwanto. Dia mendorong Pemkot Bekasi membangun Balai Latihan Kerja (BLK) dan generasi muda kreatif membangun kegiatan usaha berbasis digital atau online.

Soal pengangguran ini mengemuka dalam sejumlah pertemuan di Reses III Tahun 2021 yang dihadiri Bambang Purwanto pada 28-31 Oktober lalu.

Anggota DPRD Kota Bekasi Fraksi PKS ini, tidak memungkiri persoalan pengangguran di Kota Bekasi cukup tinggi dan patut menjadi perhatian para pengambilan kebijakan. Berdasarkan data yang dikantonginya, proyeksi prosentase tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Bekasi pada 2022 melebihi Provinsi Jawa Barat dan nasional (lihat foto).

Data Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kota Bekasi.

“Di Kota Bekasi tingkat pengangguran terbuka masih 9,64 sampai 10,02 persen. Sedangkan tingkat Jawa Barat 8,49 sampai 9,70 persen. Indonesia tingkat pengangguran terbukanya 5,5 sampai 6,4 persen,” bebernya.

Salah satu solusi mengurangi pengangguran di Kota Bekasi, anggota dewan Dapil Bekasi Timur dan Bekasi Selatan ini, mengusulkan perlu adanya BLK tingkat kota dan mendorong para anak muda untuk berdikari dengan membuka kegiatan usaha berbasis digital atau online.

“BLK saja juga tidak cukup. Perlu ada program kolaborasi dengan dunia usaha agar peserta di BLK ini siap memasuki dunia usaha dengan terampil dan sesuai kebutuhan dunia industri,” ungkap mantan HRD Toyota Motor Manufacturing Indonesia, industri otomotif yang memproduksi semua kendaraan merk Toyota.

Kolaborasi dengan dunia usaha itu, dipandang Bambang sangat penting, agar para calon tenaga kerja mempunyai keterampilan saat memasuki dunia usaha, mendapatkan upah yang layak dan dunia industri pun pantas membayar upah tersebut.

“Sekarang upah UMK karyawan baru saja sudah 4,5 juta. Dunia industri itu realistis, kalau kinerja karyawan bagus tentu saja mereka akan terus dibutuhkan. Karena itu perlu disiapkan skill mereka lewat BLK,” papar Bambang.

Selain program pemagangan dan kolaborasi dengan dunia usaha, imbuh Bambang lagi perlunya menyiapkan anak-anak muda kreatif dan inovatif dalam membangun usaha.

“Bisnis start-up dan membangun pasar usaha secara online dan digital kan marak saat ini. Konten kreator juga harus diciptakan sebanyak-banyaknya. Dan itu perlu teknologinya. Saya mendorong Kota Bekasi memiliki tempat semacam Silicon Valley lah,” pungkasnya. (zar/adv)

Related Articles

Back to top button