Berita UtamaPolitik

Susun Strategi Pemenangan, DPD Golkar Petakan Kantong Suara

ACUNGIN JEMPOL: Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) DPD Partai Golkar Kota Bekasi, Rahmat Effendi, acungkan jempol, saat duduk bersama polisi senior Partai Golkar, dan anggota DPR-RI, Wenny Haryanto, usai pengukuhan Pengurus Wantim, PD AMPG, KPPG, BSN, dan Bapilu Partai Golkar Kota Bekasi, di Grand Ballroom, Toton Baho, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Kamis (2/12). IST/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI- Dewan Pimpinan Daerah Partai Golongan Karya (DPD Golkar) Kota Bekasi, Ade Puspitasari, mengukuhkan Dewan Pertimbangan (Wantim) DPD Partai Golkar, Pengurus Daerah Angkatan Muda Partai Golkar (PD AMPG), Pengurus Daerah Kesatuan Perempuan Kader Partai Golkar (KPPG), Badan Saksi Nasional (BSN), dan Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu), di Grand Ballroom, Toton Baho, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Kamis (2/12).

Dalam sambutannya, Ketua Wantim DPD Golkar Kota Bekasi, Rahmat Effendi mengatakan, kader Golkar harus memiliki adab dan moral dalam berpolitik.

“Sebagai kader Golkar, harus taat azas, bermoral, dan aturan yang ada dalam berpolitik,” bebernya dalam orasi politik.

Lanjut pria yang akrab disapa Bang pepen ini, kalau adab politik tidak ada, dan azasnya tidak di pakai, bagaimana mungkin kader bisa beradaptasi dengan masyarakat?

Ia juga menegaskan, bahwa kepengurusan Partai Golkar saat ini, sudah cukup solid, sebagaimana proses penugasan dari pengurus DPD Golkar Jawa Barat, pada saat Musyawarah Daerah (Musda) V DPD Golkar Kota Bekasi, pada Oktober 2021 lalu.

“Kang Sukim, Ketua Badan Saki Nasional (BSN) Jawa Barat, Kang Rey, Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Jawa Barat, menjadi saksi sejarah, bagaimana DPD Golkar Jawa Barat, menugaskan perwakilannya untuk mengawal proses Musda V DPD Golkar Kota Bekasi, dan hingga saat ini masih tetap solid,” terang Pepen.

Pria yang juga menjabat sebagai Wali Kota Bekasi ini menjelaskan, dalam kondisi apapun, adab politik perlu dikedepankan, kader yang memiliki komitmen konstitusi, dan etika politik, memiliki peran penting dalam pemenangan Partai Golkar.

“Jika kembali ke azas dan adab, tidak mungkin ada pihak-pihak yang mengaku sebagai kader Partai Golkar, menyebut kalau produk konstitusi disebut inkonstitusional. Jika masih ada kader yang seperti itu, berarti belum mantap menjadi kader Golkar, belum memahami etika berpartai” ucapnya.

Bang Pepen berpesan kepada organisasi pendiri Partai Golkar, agar bisa memberi manfaat kepada masyarakat.

“Saya berharap, organisasi pendiri ini, mampu menciptakan sebuah keseimbangan politik di Kota Bekasi, berkiprah dan mampu menciptakan suasana kondusif, sekaligus menopang eksistensi Golkar Kota Bekasi,” bebernya. (pay)

Related Articles

Error, no group ID set! Check your syntax!
Back to top button