Siswa Dilecehkan, Laporkan!!

 ILUSTRASI: Sejumlah siswa dan orang tua siswa SDN Jatiasih X Kota Bekasi, saat menjemput anaknya di sekolah.K{AID meminta orang tua tidak takut melaporkan pelecehan seksual yang dialami anaknya. (DEWI WARDAH/RADAR BEKASI ) 
ILUSTRASI: Sejumlah siswa dan orang tua siswa SDN Jatiasih X Kota Bekasi, saat menjemput anaknya di sekolah.K{AID meminta orang tua tidak takut melaporkan pelecehan seksual yang dialami anaknya. (DEWI WARDAH/RADAR BEKASI )

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Orang tua siswa diminta tidak takut melaporkan ke pihak berwajib, jika anaknya mendapatkan kekerasan atau pelecehan seksual di sekolah. Pasalnya, selama ini banyak korban merasa malu dan takut untuk melaporkan peristiwa yang dialami.

Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kota Bekasi Rusham mengatakan, bahwa peluang kekerasan seksual dalam pendidikan dasar dan menengah dapat terjadi.  Minimnya edukasi mengenai kekerasan seksual kepada siswa, dapat menjadi salah satu faktor peluang bagi pelaku kekerasan seksual. Sehingga dalam hal ini sekolah harus tetap gencar dalam memberikan edukasi tersebut.


Menurutnya, adanya intimidasi atau korban malu karena tindakan tersebut dinilai merupakan salah satu aib, menjadi salah satu penyebab korban enggan melaporkan.”Ketakutan mereka bisa saja terjadi karena diancam, atau bisa jadi mereka menganggap hal itu adalah sebuah aib sehingga hanya diam dan takut untuk melapor”tuturnya.

KPAD menjelaskan dalam 2 tahun belakangan ini belum ada laporan yang diterima terkait kekerasan seksual yang ada di Kota Bekasi,”Waktu itu ada 1 laporan di tahun 2019. Kekerasan seksual ringan yaitu hanya meraba bagian khusus yang ada di badan, tetapi hal ini tetap harus ditindak ke jalur hukum” terangnya.


Dia menegaskan, kekerasan seksual dapat dicegah dari beberapa cara. Salah satunya dibuktikan dalam bentuk rekam digital seperti chat, saksi atau bukti lain seperti rekaman video yang dibuktikan dari CCTV.

“Kami punya program sekolah ramah anak, salah satu didalamnya kita meminta sekolah agar memasang cctv di salah satu sudut sekolah. Agar tindak kekerasan bisa terminimalisir” terangnya.

Sementara Kepala Sekolah SDN Jatiasih X Kota Bekasi Sadiah, mengungkapkan bahwa terjadinya kekerasan seksual dalam dunia pendidikan, menjadi perhatian serius.”Bukan hanya bagi kami sebagai pihak sekolah tetapi juga peran orang tua siswa serta masyarakat tentu sangat dibutuhkan” tuturnya.

Menurutnya, pembelajaran daring selama 2 tahun belakangan ini, menjadi salah satu penyebab. “Pembelajaran daring membuat kita hilang kendali, karena tidak ada pengawasan khusus bagi siswa yang menggunakan gadget nya. Padahal dampak negatifnya bisa cukup berbahaya kepada siswa dan juga siswi” terangnya.

Saat ini pengawasan melalui rekam digital dilakukan oleh pihak sekolah, yaitu pemasangan cctv di 8 titik sudut sekolah dan juga pendidikan karakter yang selalu disampaikan dalam setiap pembelajaran.

“Untuk kontrol itu semua kita sudah memasang cctv di 8 titik sudut sekolah, kami juga terapkan pendidikan karakter. Salah satunya adalah tentang kekerasan seksual tadi” pungkasnya. (Dew)